Pengamatan Burung Air di Rancaekek


Tahukah Anda?

       Indonesia kaya akan jenis burung air dan merupakan rumah bagi sekitar 380 spesies burung air yang hidupnya bergantung pada lahan basah. Burung air sangat penting keberadaannya baik dari sudut pandang konservasi maupun dari sudut pandang rekreasi. Sebagian besar dari burung air ini telah beradaptasi dengan perubahan drastis kondisi lahan basah melalui prilaku migrasi mereka (Wetlands International).

Lalu spesies burung air apa saja sih yang masih terdapat disekitar kita?

         Jika kita perhatikan baik baik masih banyak loh spesies burung air yang terdapat di lahan basah sekitar kita, baik lahan yang masih bersih maupun yang sudah tercemar. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada sabtu, 2 April 2016 yang bertempat di Rancaekek tercatat ada 11 jenis yang teramati di 3 titik yang berbeda. Jenis burung ini diantaranya Bambangan Kuning, Bambangan Merah, Blekok Sawah, Bondol Jawa, Burung Gereja, Cici Padi, Kuntul Kerbau, Raja Udang Biru, Trinil Pantai, Tekukur Biasa dan Walet Sapi. Dari ke sebelas jenis ini burung yang paling sering dijumpai adalah Kuntul Kerbau, Blekok Sawah dan Jenis Bambangan. Jumlah jenis ini tentunya belum merupakan keseluruhan jenis yang terdapat di daerah itu.

Apa saja sih yang dilakukan pada pengamatan kemarin?

        Sebelum terjun ke lapang untuk melakukan pengamatan, peserta mendapat pematerian terlebih dahulu yang diberikan oleh Kang Adhy (2010) dan Kang Fachmi (2010). Materi yang diberikan berupa pengenalan metode pengamatan burung dan cara-cara untuk mengidentifikasinya. Pada pengamatan kali ini dipakai metode IPA (Index Point Abundance) atau lebih sering dikenal dengan metode Point Count. Pengamatan dilakukan di 3 titik yang berbeda yang dibimbing oleh kang Adhy dan Kang Fachmi pada tiap titiknya.

       Sudah kita ketahui bahwa Rancaekek merupakan daerah industri yang terdapat banyak pabrik khususnya pabrik tekstil. Limbah pabrik ini kebanyakan di buang ke aliran sungai dan tentunya mencemari sungai dan lahan basah lainnya. Lalu apakah burung air masih bisa bertahan hidup dengan lingkungan yang tercemar seperti itu? Hebatnya burung air yang terdapat di Rancaekek masih banyak ragamnya walaupun pasti menurun drastis jika dibandingkan dengan keadaan sebelumnya. Diketahui juga pada daerah ini maih terdapat Burung Raja Udang Biru yang merupakan salah satu satwa yang dilindungi.

        Setelah pengamatan, dilakukan juga penghitungan indeks tingkat keragaman dengan indeks Shannon Wiener dan hasilnya tingkat keanekaragaman di daerah itu masih berada pada tingkat sedang! Hebat kan tingkat adaptasi dari burung burung ini?

Mau tau apa saja keunikan dari burung burung lainnya?

Ditunggu pada pengamatan selanjutnya!!

bDok. By Divisi Ornithologi

Sabtu, 2 April 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s