Resume Kajian Islam #2 “Aku, dia, dan Dia”


Fenomena Pergaulan pada Kalangan Remaja

♦——-♦

       Masa remaja merupakan masa dimana seorang manusia, baik laki – laki maupun perempuan mengalami transisi, dari yang semula seorang anak – anak yang tidak tahu apa – apa menuju seorang dewasa. Masa remaja ini merupakan masa ketika seorang manusia berada pada puncak keingin tahuan yang sangat besar. Tidak hanya keingin tahuannya saja, energinya untuk melakukan apapun dan mencari tahu berbagai hal pun tidak kalah besarnya. Hal ini menjadi salah satu dasar dari kehidupan seorang remaja, bukan remaja namanya jika seseorang menjalani hidup hanya duduk atau terbaring saja, tanpa melakukan hal apapun.

       Yang akan dibahas dalam artikel ini adalah bagaimana fenomena yang terjadi pada kalangan remaja khususnya di Indonesia ini, yaitu bagaimana fenomena pergaulannya. Bagaimana remaja Indonesia bergaul dalam kehidupan sehari – harinya, dan bagaimana agama Islam, Rahmatan lil alamin, agama yang sempurna, mengatur pergaulan dalam kehidupan sehari – hari.

      Islam merupakan agama yang sempurna, kita sebagai umat muslim pasti tahu akan hal ini. Begitu sempurnanya, hingga segala aspek kehidupan semuanya terdapat aturan dan tata caranya dalam Islam. Masya Allah, betapa beruntungnya kita dapat menjadi seorang umat muslim. Rasulullah SAW berkata “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak” (H.R. Bukhari). Akhlak disini merupakan bagaimana seorang muslim berperilaku, bagaimana kita sebagai umat Rasulullah SAW menjalani hidup ini, sebagaimana telah dicontohkan oleh baginda Rasul sebelumnya.

       Seorang muslim memiliki kewajiban terhadap sesama muslim lainnya, diantaranya yaitu Mengucapkan dan menjawab salam, Memenuhi undangan, Memberikan nasihat, Mendoakan yang bersin, Menjenguk yang sakit, dan Menjenguk yang meninggal. Rasulullah SAW berkata dalam sebuah hadits “Maukah kuberitahu sesuatu yang jika kalian lakukan akan menumbuhkan rasa cinta di antara kalian? Sebarkan salam di antara kalian” (H.R. Muslim).

           Dalam Islam, adab – adab pergaulan dapat kita bagi menjadi beberapa adab tertentu, yaitu:

  1. Adab pergaulan kepada orang tua.
  2. Adab pergaulan kepada non muslim.
  3. Adab pergaulan kepada sesama jenis.
  4. Adab pergaulan kepada lawan jenis.

        Kepada orang tua, kita selalu diajarkan untuk senantiasa bersikap sopan dan bertutur kata yang lemah lembut kepada mereka. Ridho dari Allah SWT terdapat pada ridhonya orang tua kita, dan murkanya Allah SWT terdapat pada murkanya orang tua kita pula. Orang tua tentunya selalu mengupayakan yang terbaik untuk kita, dan begitu pula seharusnya kita. Namun, ada saatnya ketika orang tua dapat pula salah. Ketika orang tua kita berbuat salah, atau mungkin membiarkan kita, atau ada pula yang mengajak kita untuk berbuat sesuatu yang menurut kita merupakan sesuatu yang dilarang dalam Islam, berikanlah pengertian kepada mereka. Apabila kita mengetahui ilmu yang tidak orang lain ketahui, contohnya ilmu agama, maka sampaikanlah. Berikanlah pengertian kepada orang tua kita, bagaimana Islam memandang sesuatu yang akan kita atau mereka lakukan, tetap dengan tutur kata yang sopan.

          Kemudian adab pergaulan kepada non muslim. Seringkali hal ini menjadi problematika tersendiri bagi kita semua. Berbagai macam perdebatan yang mengatasnamakan toleransi terjadi dimana – mana. Sering pula sebagian dari umat muslim ikut merayakan atau melakukan sesuatu yang bukanlah merupakan kebiasaan dari seorang umat muslim. Kita sebagai umat muslim perlu untuk saling mengingatkan pada sesama, dan bergaul dengan non muslim sebagaimana bergaul dengan orang biasa. Kita harus berlaku adil kepada mereka, dan kita tidak dilarang untuk membantu mereka, contohnya dalam urusan finansial. Namun, jangan sampai kita ikut – ikutan dalam kegiatan mereka, dalam hari raya mereka, apalagi mengatas namakan toleransi.

         Lalu adab dengan sesama jenis. Meskipun dengan sesama jenis, pergaulan tetap ada batasannya. Kita tidak diperbolehkan untuk membuka aurat kita dengan sesama jenis. Contohnya, ketika sedang berganti baju untuk olahraga, kita langsung membuka baju, meskipun seisi ruangan merupakan sesama jenis, itu tidak diperbolehkan dalam Islam. Aurat haruslah selalu dijaga dan ditutup sebaik mungkin oleh kita. Bergaul dengan sesama jenis cukup sebagaimana bergaul dengan teman atau sahabat kita, dan tidak lebih, apalagi sampai menumbuhkan perasaan.

wanita shalehah

           Selanjutnya, ini yang menjadi sorotan pada kalangan remaja sekarang, pergaulan dengan lawan jenis. Allah berfirman dalam surah Al Isra ayat 32 yang artinya “Janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk”. Allah tidak spesifik berfirman melarang berpacaran, namun Allah berfirman untuk jangan mendekati zina, dan pacaran merupakan salah satu perbuatan mendekati zina. Dalam Islam dikenal istilah Khalwat, dan Ikhtilat. Khalwat memiliki arti berduaan dalam lingkungan sepi, atau menyendiri dari lingkungan keramaian bersama orang lain, dan di pihak ketiganya adalah setan. Sedangkan Ikhtilat adalah berduaan di tengah keramaian, contohnya ketika seorang perempuan ingin naik ojek, dan pengendara ojeknya merupakan seorang laki – laki, seperti itulah salah satu bentuk ikhtilat.

           Islam melarang baik ikhtilat, maupun khalwat. Di tengah keramaian pun dilarang dalam Islam, apalagi di lingkungan sepi? Kemudian, membuka aurat dengan sesama jenis saja sudah dilarang dalam Islam, apalagi dengan lawan jenis? Kecuali dengan lawan jenis yang merupakan mahramnya, sudah menikah. Dalam islam tidak ada istilah pacaran, tetapi mendekati zina, dimana istilah ini memiliki cakupan yang lebih luas lagi dari pacaran. Maka, sudah jelas bahwa islam melarang segala sesuatu yang mendekati zina. Pacaran diperbolehkan HANYA setelah menikah. Maka dari itu, antara aku, dan dia, haruslah ada Dia. Cintalah kepada Dia, memohon dan berharaplah kepada Dia, niscaya Dia akan memberikan seorang dia yang dapat selalu mengajak aku menggapai rahmat-Nya.

         Sahabat, jagalah diri, jagalah hati. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang. “Jemput dengan Keberanian, atau Lepaskan dengan Keikhlasan”.

Semoga kita selalu dilindungi oleh Allah SWT, mari kita selalu tingkatkan kualitas iman dan taqwa kita kepada-Nya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s