PELATIHAN TEMATIK


      Ornitologi merupakan ilmu pengetahuan tentang burung, termasuk deskripsi dan klasifikasi, penyebaran, dan kehidupannya (sumber: kbbi). Ornitologi (dari Bahasa Yunani: ορνισ, ornis, “burung”; dan λόγος, logos, “ilmu”) adalah cabang zoologi yang mempelajari burung.

             Burung merupakan satwa yang paling elok, paling merdu, paling dikagumi, paling banyak ditelaah, dan paling gigih dibela.  Jumlahnya jauh melebihi semua vertebrata lain kecuali ikan, dan dapat ditemukan di seluruh pelosok dunia, dari tepi tudung es kutub serta Lereng Himalaya dan Andes yang paling tinggi sampai laut paling bergolak, rimba yang paling gelap, gurun yang paling tandus, dan kota yang paling berjejal.  Beberapa macam di antaranya bahkan memasuki lingkungan ikan sampai sedalam 30 meter atau lebih.

               Sebanyak 1.666 spesies burung di Indonesia tercatat pada bank data Lembaga pelestarian burung. Dari 1.666 jenis burung Indonesia itu, 426 spesies diantaranya adalah burung endemik Indonesia. Ke-426 jenis burung tersebut hanya hidup dan hanya dapat ditemui di Indonesia saja.

Lalu bagaimana dengan spesies yang berada di kawasan kampus UNPAD Jatinangor ????

            Keragaman jenis burung yng berada di kawasan UNPAD Jatinangor pun tidak kalah bervariasi. Banyak jenis yang terdapat di kampus kita tercinta. Berdasarkan Bird Watching yang dilakukan pada 6 Maret 2016 saat pelatihan tematik, dari tiga titik pengambilan data, terdapat burung cekakak jawa, cekakak sungai, tekukur, Bondol jawa, Kreo Padi, Perenjak, Blekok sawah, Cabai Jawa, Madu Sriganti, Bondol Peking, Blekok Jawa, wiwik kelabu, wiwik uncuing, cinenen pisang, Soang, bubut dan raja udang meninting.

               Pematerian dari pelatihan kali ini di isi oleh akang Cipta Seutia Nugraha (2013). Pasti pada kenal dong sama akang yang identik dengan kacamatanya ini. Pelatihan ini diawali dengan pengenalan metode Bird Watching (BW). Metode BW itu ada tiga, yaitu IPA (Index Point Abundance), IPC (Index Point Count), dan gabungan keduanya. Naaahh, pelatihan kali ini menggunakan metode IPC. Selain itu dikenalkan juga perbedaan suara antara burung wiwik uncuin dan wiwik kelabu. Kedua burung itu adalah salah satu burung yang sering didengn suaranya di arboretum.

c


f

              Setalah pematerian, kita langsung ‘terjun’ kelapangan untuk mempraktikan metode BW. Kita dibagi menjadi tiga kelompok. Masing-masing kelompok di bimbing oleh kang Cipta (2013) yang melakukn BW di zona tanaman langka arboretum, kang Afif (2013) yang melakukn BW di tamtel dan kang fachmi (2010) yang melakukan BW di daerah ciparanje. Sekitar pukul 09.30 WIB semua kelompok kembali lagi ke Komabi untuk review dan sharing apa saja burung yang telah ditemukan dari masing-masing kelompok.

g


h


k


Review materi

m

l

6 Maret 2016

Divisi Ornitologi

DP XXXVII HIMBIO UNPAD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s