Resume Kajian Islam 1 “Kembalinya Kaum Luth a.s?!”


Fenomena LGBT – Kaum Luth a.s Era Modern


               Amerika Serikat resmi melegalkan pernikahan sejenis per Jumat 26 Juni 2015 waktu setempat (Sabtu WIB). Mahkamah Agung (MA) akhirnya mengumumkan putusan yang melegalkan pernikahan sesama jenis tersebut di 50 negara bagian di AS. Warna-warni pelangi pun menghiasi seantero AS. Tidak hanya di dunia nyata, juga di dunia maya. Facebook misalnya, meluncurkan aplikasi “Celebrate Pride”. Adalah Gilbert Baker (64), seorang gay, seniman dan aktivis hak-hak sipil asal AS yang membuatnya pada 1978 dan kini bendera tersebut tersebar seantero amerika serikat dan dibelahan dunia lainnya. Ini berarti konsep legalisasi pernikahan sesama jenis telat diakui oleh beberapa badan resmi dunia, Nauzubillahiminzalik.

“Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dari seorang diri, lalu menciptakan darinya pasangannya dan menyebarkan banyak laki-laki dan perempuan dari (hasil percampuran) keduanya. Bertakwalah kepada Allah yang sering kalian mintai dan takutlah kalian bila kalian memutus tali silaturrahmi. Sesungguhnya Allah itu mahamengawasi kalian” (QS. An-Nisa : 1)

            Manusia telah diciptakan dari suatu individu oleh Allah SWT dan dari setiap individu Allah menciptakan pula pasangan bagi mereka sebagai mana Nabi Adam as dengan Siti Hawa, karena tertarik pada lawan jenis sudah menjadi hukum alam secara biologis dan juga sebagai suatu fitrahnya seorang manusia. Dalam Surat Hud diceritakan bahwa Nabi Ibrahim as akan diberi keturun di usianya yang sudah lanjut, dan salah satu keponakannya adalah Nabi Luth as.

                    Kaum Nabi Luth bertempat tinggal disuatu negeri yang disebut negeri Shadam, dulunya negeri tersebut adalah negeri yang bergotongroyong juga sejahtera rakyatnya, tetapi saat itu iblis membenci situasi kaum tersebut karena persaudaraannya itu, suatu ketika iblis membuat rencana yang menyesatkan kaum Luth as, dengan cara menyamar sebagai anak lelaki yang rupawan dan menggoda seorang laki-laki sampai syahwatnya dan juga menyebarkan ajaran yang menyimpang di kehidupan organisme yaitu perilaku “sodomi” dan menyukai sesama jenis, begitu pun wanita-wanita negeri tersebut yang kala itu sudah tidak diminati oleh laki-laki dan mereka berakhir menyimpang dengan menyukai satu jenis kelamin, sehingga Nabi Luth as saat itu sangat prihatin terhadap kondisi kaumnya, hingga kaumnya ingin mengusir beliau dikarenakan tidak seajaran dengan beliau yang menyuarakan islam dan kebenaran, hinggi suatu saat Nabi Luth as berdo’a kepada Allah SWT agar diturunkan dan dimusnahkan kaumnya agar virus Homoseksualisme musnah dimuka bumi. Dan Allah pun menizabah do’a beliau.

                    Dalam Al-Qur’an surat Hud ayat 77-83, diceritakan bahwa Nabi Luth as dikirimi malaikat yang sangat rupawan sehingga kaum beliau yang mendengar kabar dari istri Nabi Luth sangat bergairah mendengar kedatangan tamu yang sangat menawan tersebut, sampai mengancam Nabi Luth jika tidak membiarkan mereka memuaskan nafsu seksual mereka terhadap tamu-tamu tersebut, dan juga sebagai peringatan kepada beliau agar meninggalkan negeri tersebut dan membawa serta keluarganya terkecuali istrinya karena istrinya adalah salah satu orang yang lalai dalam jalan tauhidnya Nabi Luth as. Dan ketika Luth as dan kedua putrinya sampai di luar Negeri, maka Azab Allah SWT diberikan dan memusnahkan kaum tersebut sampai terbentuk lah Laut Mati dengan kadar garam yang sangat tinggi yang dipercaya menjadi hasil azab yang diturunkan kepada kaum Shadam. Wallahualam.

               Di Indonesia ini mirisnya sudah banyak orang-orang yang sering melakukan penyimpangan seksual. Berdasarkan estimasi Kemenkes pada 2012,terdapat 1.095.970 LSL baik yang tampak maupun tidak. Lebih dari lima persennya (66.180) mengidap HIV. Sementara, badan PBB memprediksi jumlah LGBT jauh lebih banyak, yakni tiga juta jiwa pada 2011. Sampai akhir 2013 terdapat dua jaringan nasional organisasi LGBT yang menaungi 119 organisasi di 28 provinsi. Pertama, yakni Jaringan Gay, Waria, dan Laki-Laki yang Berhubungan Seks dengan Laki laki Lain Indonesia (GWLINA) didirikan pada Februari 2007. Jaringan ini didukung organisasi internasional. Jaringan kedua, yaitu Forum LGBTIQ Indonesia, didirikan pada 2008.

lgbt-penyakit

               Yang perlu diwaspadai adalah penyebaran LGBT di daerah kampus menyebar sangatlah cepat, bahkan anak SMP sudah mulai mengomersilkan diri sebagai PKS Gay. Kalangan akademisi adalah target ‘empuk’ komunitas LGBT dalam menyebarkan paham kotor mereka, karena dinggap Educated dan Presticious. Virus ini pula sudah disebarkan melalui media-media dan juga pakar-pakar yang mendukung aksi tersebut, sampai ada pula parade tentang LGBT di Indonesia. Padahal dalam ilmu Biologi bahwa individu bisa bereproduksi melahirkan generasi selanjutnya hanya dengan pasangan jantan dan betina tidak jantan dengan jantan atau sebaliknya.

             Terdapat 2 golongan terhadap penyimpangan seksual ini, yaitu Petinggi dan Kaum LGBT yan mempunyai dalil-dalil yang kuat dan mendukung keberadaan penyimpangan ini dengan dalil-dalil disalahartikan. Sedangkan yang kedua adalah SSA (Sama Sex Attraction) atau orang yang mempunyai kecenderungan suka sesama jenis tetapi tidak melakukan perbuatan haram LGBT, umumnya SSA terlahir secara genetik (Khuntsa) atau juga disebut mempunyai dua kelamin, dan ada pula yang karena kekerasan rumah tangga menyebabkan seseorang bersikap tidak seperti jenis kelaminnya. Cara menentukan jenis kelamin al-khuntsa adalah dengan melihat lubang yang ada terhadap dua kelaminnya, umumnya mereka mempunyai lubang di satu kelamin saja.

             Selain LGBT hal yang diharamkan lainnya adalah sifat waria, atau dalam islam disebut Al Mukhannats (XY) dan Al Mutarajjil (XX), sebagaimana ada hadits :

Dari Ibnu Abbas, katanya, “Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa sallam melaknat para lelaki mukhannats dan para wanita mutarajjilah. Kata beliau, ‘Keluarkan mereka dari rumah kalian’, maka Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa sallam mengusir Si Fulan, sedangkan Umar mengusir Si Fulan”. Hadits lain mengatakan “Rasûlullâh Shallallâhu ‘alaihi wa sallam melaknat para lelaki yang menyerupai wanita, dan para wanita yang menyerupai laki-laki

                 Dalam agama Islam pun sudah jelas Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa melarang keras hamba-Nya agar tidak masuk ke dalam golongan orang–orang yang menyukai sesama jenis, seperti LGBT. Dan telah diceritakan dalam al-Qur’an tentang azab yang mengerikan terhadap kaum-kaum LGBT sebelumnya, karena disana banyak kekejian. Hakikat tiap makhluk ciptaan Allah SWT adalah untuk berpasang-pasangan sebagai mana dalam al-Qu’ran :

Dan sesungguhnya Dialah yang menciptakan pasangan laki-laki dan perempuan (45) dari mani, apabila dipancarkan (46)” (QS. An-Najm : 45-46).

Allah melaknat siapa saja yang berbuat seperti perbuatan kaum Nabi Luth. Allah melaknat siapa saja yang berbuat seperti perbuatan kaum Nabi Luth, beliau sampaikan sampai tiga kali ”. (Dihasankan Syaikh Syu’aib Al-Arna`uth).

             Faktor-faktor yang mempengaruhi sifat LGBT antara lain:

  1. Keluarga
  2. Pergaulan dan Lingkungan
  3. Biologis
  4. Moral dan Akhlaq
  5. Pengetahuan Agama yang lemah
  6. Propaganda (TV, Film, Majalah, Komik)

“Faktor lingkungan lebih berbahaya dibandingkan hormon. Pengaruh lingkungan lebih cepat, di mana seorang yang sedang drop, tidak didukung norma, dan nilai-nilai agama yang kuat bisa terjerumus akibat sentuhan orang sejenis yang menyimpang,” papar lulusan Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran Bandung ini. (Republika.co.id)

Islam memberikan solusi/terapi untuk kaum ini yaitu dengan :

  1. Membenahi kesalahan dan Bertaubat (taubatan nasuha)
  2. Berdo’a kepada Allah SWT
  3. Melakukan kegiatan yang sesuai dengan jenis kelamin
  4. Terapi Hormon (jika dibutuhkan dan atas konsultasi pihak medis)
  5. Optimis dan Husnudzon kepada Allah (yakin bisa sembuh)

            Dan tameng terkuat kita adalah keluarga kita sendiri. Sebagaimana dalil al-Qur’an “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At-Tahrim : 6)

                Semoga kita senantiasa menjadi orang-orang yang dilindungi dari perbuatan keji dan munkar. Aamiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s