Morfologi Daun


            Alam semesta terdiri dari komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik (makhluk hidup) jumlahnya sangat banyak dan sangat beraneka ragam. Mulai dari laut, dataran rendah, sampai di pegunungan, terdapat makhluk hidup yang jumlahnya banyak dan sangat beraneka ragam. Karena jumlahnya banyak dan beraneka ragam, maka kita akan mengalami kesulitan dalam mengenali dan mempelajari makhluk hidup. Untuk mempermudah dalam mengenali dan mempelajari makhluk hidup maka kita perlu cara. Cara untuk mempermudah kita dalam mengenali dan mempelajari makhluk hidup disebut Sistem Klasifikasi (penggolongan / pengelompokan). Mengingat kurangnya pengetahuan tentang bagaimana pengelompokan – pengelompokan tentang tumbuhan yang kita tahu bahwa semua tumbuhan itu adalah pepohonan yang memiliki daun yang lebat dan batang yang kuat. Padahal banyak hal yang belum kita ketahui tentang dunia tumbuhan. Menjadi mahasiswa Biologi menjadi suatu keharusan dalam mengetahui berbagai macam hewan maupun tumbuhan baik anatomi maupun morfologi. Maka dari itu, pemberian ilmu mengenai morfologi khususnya tumbuhan dapat dilakukan dengan berbagai cara, salahsatunya adalah seperti kegiatan yang diadakan oleh Divisi Flora dan Lingkungan DP XXXVII Himbio Unpad pada Hari Selasa, 8 Maret 2016. Dalam pelatihan ini, Floring mengundang Harni Mutia Sara (2012) sebagai pemateri.

adli 1    adli

                       Mungkin kalian masih belum paham mengenai morfologi daun secara umum ataupun spesifik, seperti apa bentuk-bentuknya, bagaimana pembentukan, pertulangan, pinggiran yang dapat menghasilkan bentuk yang berbeda-beda. Oleh karena itu, dalam tulisan ini akan dijelaskan bagaimana dan apa saja morfologi tumbuhan khususnya daun.

                       Daun merupakan salah satu organ tumbuhan yang sangat penting dan pada umumnya tiap tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. Alat ini hanya tumbuh dari batang saja dan tidak pernah terdapat pada bagian lain pada tubuh tumbuhan. Bentuk daun sangat beragam, namun biasanya berupa helaian, bisa tipis atau tebal. Gambaran dua dimensi daun digunakan sebagai pembeda bagi bentuk-bentuk daun. Bentuk dasar daun membulat, dengan variasi cuping menjari atau menjadi elips dan memanjang. Bentuk ekstremnya bisa meruncing panjang. Daun tumbuhan memiliki bentuk dan ukuran yang bervariasi, mulai dari yang berbentuk duri kecil pada kaktus hingga yang berbentuk lebar pada palm. Sekalipun bentuk dan ukuran daun tampak bervariasi, pada dasarnya daun terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian basal yang berkembang menjadi pelepah (vagina), tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina). Daun yang memiliki ketiga bagian tersebut dinamakan daun lengkap. Contohnya adalah pada tanaman Araceae, poaceae.

                        Pada sebagian besar tumbuhan, daun hanya terdiri dari satu atau dua bagian saja, yakni helai daun saja, tangkai dan helai daun, pelepah dan helai daun, atau tangkai daun saja. Daun-daun yang demikian dinamakan sebagai daun tak lengkap. Selain daun lengkap dan tak lengkap, terdapat juga daun pelengkap atau tambahan yakni daun penumpuk (Stipula), Ligula yakni untuk menahan air hujan agar tidak langsung teralirkan ke batang, dan adanya selaput bumbung (okrea). Untuk dapat menguasai ilmu mengenai morfologi tumbuhan, terdapat beberapa hal yang harus dipahami sebelumnya yakni bangun daun yang terdiri daun daun majemuk dan tunggal, pinggiran daun (margins), ujung daun (apeks), pertulangan daun, daging daun, warna dan tekstur. Hal tersebut dipahami untuk memudahkan dalam melakukan pertelaan pada tumbuhan. Bangun daun terbagi menjadi 3 yakni lebar bagian atas, lebar bagian bawah, dan lebar bagian tengah dengan perbandingan 1:1, 1:1,5, 3:1, 2:1. Lebar bagian bawah dibagi menjadi 2 yakni ada daun yang bertoreh dan tidak bertoreh. Bentukannya ada Hastatus (tameng) seperti talas-talasan, Sagitatus (segitiga sama kaki) seperti kangkung, Cordatus seperti bunga sepatu, Deltoid (segitiga sama sisi), Subulate (mendabus) seperti Araucaria sp. Pada daun yang lebarnya bagian atas terdapat beberapa bentuk, diantaranya Obovate (bulat telur kebalik), Obcordate (Menjantung) seperti Oxalis sp. Dan Oblanceolate (lebih panjang) seperti Euphorbia sp. Pada bagian pinggiran daun terbagi menjadi beberapa bagian, diantaranya Crenatus, Serratus dan Dentatus. Untuk bagian dasar daun terbagi menjadi 3, yakni Acutus dengan sudut lebih dari 45°, Acuminatus kurang dari 45°, dan Obtusus dengan sudut lebih dari 90°. Pada daun majemuk dan daun tunggal terdapat beberapa perbedaan, diantaranya adalah jika daun majemuk memiliki pulvinus pada bagian batangnya. Pulvinus merupakan tonjolan pada batang suatu tumbuhan yang menandakan bahwa tumbuhan tersebut termasuk berdaun majemuk. Hal yang membedakan lainnya, jika daun majemuk dalam satu tangkai terdapat dua helaian daun yang berada di sisi kanan dan kiri tangkai tersebut, dan sebaliknya jika daun tunggal hanya terdapat satu helaian daun pada tangkai daunnya serta tidak terlihat adanya pulvinus.

                        v

a

                          Daun memiliki berbagai macam bentuk yang berbeda-beda.Daun-daun yang demikian itu dikatakan telah mengalami modifikasi. Modifikasi pada daun terjadi sebagai akibat adanya reduksi atau penambahan jaringan-jaringan tertentu selama perkembangannya. Modifikasi tersebut dapat terjadi pada daun secara keseluruhan (daun secara utuh) atau hanya bagian-bagian tertentu dari daun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s