Butterfly Watching

on

Tidak hanya Ornitologi, Entologi pun bisa watching J

Watching, adalah kata bahasa inggris yang berarti menonton, memperhatikan. Istilah watching dalam keilmuan biasanya identik dengan bird wathcing bidang Ornitologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang burung. Tapi kini, Entomologi pun bisa. Minggu, 10 Mei 2015 tim inventarisasi divisi Entomologi DP XXXVI mengadakan Inventarisasi Lepidoptera yang ketiga dan berlokasi di ciparanje, kabupaten Jatinangor, Sumedang dengan tema Butterfly watching.

Butterfly watching menjadi tema pelatihan kali ini karena kami ingin mencoba hal baru mengenai teknik pengidentifikasian atau pendataan tentang kupu-kupu apa aja yang ada di wilayah Ciparanje. Bagaimana caranya butterfly watching ?? membawa insect net ? tentu saja. Kupu-kupu bukan seperti burung yang mungkin dari siluetnya saja ahli ornitologi dapat mengidentifikasikannya. Kupu-kupu adalah hewan invertebrata yang dapat terbang lumayan cepat. Apalagi jenis dari Famili Papilionidae, yang terkenal dengan sayap burungnya sehingga terbang sangat cepat.

Pada dasarnya, metode ini diberi nama watching karena kupu-kupu hasil tangkapan tidak diawetkan. Melainkan hanya dilihat kemudian di identifikasi di tempat. Hal ini dilakukan karena untuk menginventarisasi suatu wilayah, kita tidak bisa selamanya mengawetkan. Itu bisa termasuk eksploitasi. Maka dari itu sebagai seorang biolog, kita harus menjaga biodiversitas, termasuk kupu-kupu yang cantik ini. Diambil untuk penelitian boleh, tapi sewajarnya ya….

Peralatan yang dibawa kelapangan pun tidak banyak dan simpel. Hanya insectnet, buku identifikasi, worksheet, alat tulis, dan kamera. Usahakan membawa buku identifikasi yang kecil, cukup untuk disimpan disaku, agar mudah dikeluar masukkan serta tidak terlalu mengganggu pergerakan ketika menangkap. Ketika kupu-kupu telah ditangkap menggunakan insectnet, kupu-kupu diambil dengan memegang bagian toraksnya dan dibuka sayap kupu-kupu dengan perlahan agar sayapnya terlihat. Setelah itu, kupu-kupu langsung diidentifikasi. Setelah itu catat didalam worksheet yang terdiri dari nama kupu-kupu, ciri-ciri kupu-kupu, waktu, cuaca dan vegetasinya. Kupu-kupu kemudian dilepaskan kembali. Mudah kan ?

Metode ini melatih kita untuk kecepatan mengidentifikasi kupu-kupu dilapangan. Setelah itu, dapat meningkatkan daya ingat tentang nama dari kupu-kupu tersebut. Tapi masih ada kekurangan dari metode ini, yaitu mengenai jumlahnya. Kupu-kupu adalah serangga terbang yang termauk dalam ordo Lepidoptera. Bisa saja kita menangkap kupu-kupu yang sama dalam selang waktu yang berbeda, karena kupu-kupu dapat terbang kemana saja. Hal ini dapat diakali dengan memberi tanda pada bagian toraks dengan tinta. Tapi cara itu maih belum efektif. Cara ini lebih disarankan untuk inventarisasi, yaitu mengetahui jenis kupu-kupu saja yang ada di suatu wilayah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s