Metode Penelitian Mammalia dan Primata


Jumat,20 Maret 2015 Divisi Mammalogi Himbio Unpad melaksanakan pematerian mengenai “Metode Penelitian Mammalia dan Primata”yang merupakan rangkaian dari kegiatan “The Series Of Primates”.Kegiatan dilakukan di D2 R.203 dan dimulai pada pukul 16.30.Pematerinya adalah kang Yusuf Ilyasa angkatan 2011. Materi yang disampaikan sesuai judulnya,yaitu semua mengenai cara-cara apa saja yang digunakan saat meneliti mammalia atau primata di lapangan.Materi ini sangat penting mengingat beragamnya spesies mammalia dan primata dan perbedaan penelitian itu sendiri untuk apa,sehingga perlu menggunakan metode yang khusus.Selain itu juga materi ini diberikan demi menunjang OWA (Observasi Wahana Alam),yang memang perlu dilakukan penelitian sesuai tema yang ada.
DSC_1331

Metode pengamatan pada umumnya mencakup tiga kegiatan, yaitu inventarisasi, aktivitas harian, dan sensus.Inventarisasi dilakukan untuk mengetahui jenis hewan apa saja yang berada pada suatu populasi.Inventarisasi bisa dilakukan secara langsung dan tidak langsung.Cara langsung dilakukan dengan jelajah ke tempat yang dituju atau bisa juga dengan menggunakan line transect atau purposive.Inventarisasi tidak langsung tidak perlu mendatangi tempat penelitian,melainkan menggunakan suatu alat untuk mengetahui jenis hewan yang ada.Alat yang digunakan biasanya berupa kamera trap, jejak kaki, dan penghitungan kotoran.Ketiga hal tersebut tidak lain digunakan untuk mengidentifikasi jenis hewan yang dicari.
DSC_1345

Metode pengamatan aktivitas harian terbagi menjadi dua, yaitu scan sampling dan ad-libtum.Untuk scan sampling sendiri tidak mengenal batas waktu,sedangkan ad-libtum ada batasan waktunya.Lalu untuk sensus biasanya dilakukan bertujuan untuk mengetahui jumlah individu dalam suatu populasi tertentu.

Jika sebelumnya metode pengamatan mencakup tiga kegiatan, yaitu inventarisasi, aktivitas harian, dan sensus, selanjutnya study metode dibagi dua, yaitu study metode untuk populasi dan metode untuk jarak.Metode populasi bisa dilakukan dengan sensus dan estimasi berdasarkan densitas.Sensus bisa menggunakan metode total count yang merupakan teknik paling akurat dalam menentukan ukuran populasi (primata).Untuk estimasi berdasarkan densitas terbagi lagi menjadi beberapa metode,yaitu metode line transect, metode perangkap, metode lingkaran, metode pengamatan terkonsentrasi, metode triangulasi, dan metode transek jalur. Metode transek adalah metode pengamatan satwa mamalia besar, herbivora (banteng, rusa dan primata) dengan membuat garis atau jalur transek pada lokasi terpilih (areal PSP). Metode perangkap bertujuan untuk menginventarisasi pimata terrestrial dan arboreal.Metode lingkaran untuk primata ynag sulit diketahui jumlah anggota kelompoknya secara cepat.Metode pengamatan terkonsentrasi dilakukan untuk mengetahui struktur kelompok (ukuran dan komposisi).Metode triangulasi dilakukan jika kita tidak mengetahui letak pasti keberadaan primate secara langsung.Dan yang terakhir metode transek jalur digunakan jika primate yang akan diamati mudah terlihat oleh pengamat.Selanjutnya metode jarak dilakukan secara homerange,meliputi minimum area, minimum convex polygon, boundary strip, adjusted range length, dan observed range length.Perbedaan dari kelima cara tersebut terletak dari segi jarak yang digunakan saat pengamatan.

Demikian semua metode-metode yang dapat digunakan untuk pengamatan mammalia dan primata di lapangan.Diharapkan setelah mengetahui semua metode secara mendetail,kita dapat menngunakan metode tersebut sesuai kebutuhan dan tujuan penelitian kita.

DSC_1431

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s