Inventariasi Lepidoptera Se-Jatinangor I


Untuk mengetahui keragaman suatu makhluk hidup perlu dilakukanya inventarisasi. Inventarisasi dapat dilakukan dengan mengumpulkan data secara langsung ke lapangan.Dari segi pengumpulan data jenis data di bagi dua yaitu data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang di ambil secara langsung untuk pertama kali dengan terjun ke lapangan,sedangkan data sekunder dapat diperoleh dari pendataan yang telah dilakukan sebelumnya tanpa harus melakukan pendataan ulang .

Dalam pelatihan inventarisasi Lepidotera Se- Jatinangor yang diadakan pada Sabtu 14 Maret 2015 dilakukan untuk mengetahui kenaekaragaman Lepidoptera (kupu-kupu) yang ada di Jatinangor.Pada pelatihan yang pertama ini mengambil dua titik lokasi yaitu di Cikuda dan Sukawening.Cikuda merupakan daerah pegunungan yang padat akan perumahan penduduk, namun semak dan pepohanan mendominasi pada bahu jalan.Sukawening merupakan daerah pegunungan yang padat akan perumahan penduduk namun juga terdapat areal persawahan dan semak semak belukar.

Penginventarisasian dilakukan pada saat pagi hari sekitar pukul 08.00 s.d 11.00 karena pada jam tersebut merupakan waktu yang tepat bagi Lepidotera untuk terbang mengeringkan sayapnya yang basah dan untuk mencari nektar pada bunga.Untuk menangkap Lepidoptera diperlukan beberapa alat seperti insectnet,papilot,alat tulis,dan tabel identifikasi.Lapidoptera yang di dapatkan harus di catat pada tabel identifikasi yang berisi ciri ciri,tempat dan waktu penangkapan,konsisi cuaca,vegetasi, nomor papilot, nama spesies,tubulensi,dan keterangan.Untuk ciri-ciri dapat menyatat ciri fisik baik dari warna abdomen,bentuk sayap,dan warna sayap.Tempat dan waktu dapat disesuaikan saat penginventarisasian apakah dalam kondisi cerah,mendung,dan sebagainya.Tanaman atau tempat sebagai lokasi ditemukannya Lepidoptera ditulis pada bagian vegetasi.Untuk penyimpannan kupu-kupu semetara diletakan dalam papilot kemudian di beri label nomor identifikasi sesuai yang di catat pada tabel identifikasi. Untuk mengetahui nama species dapat di identifikasinantinya dengan menggunaakan buku identifikasi.Jika menemukan spesies dengan ciri yang sama dapat di tuliskan frekuensinya pada kolom tubulensi. Kolom keterangan digunakan saat ada keterangan lain yang di dapat saat pengambilan kupu-kupu.

Setelah penangkapan Lepidoptera dirasa cukup dilakukan kembali pengulangan pada jalur yang telah di lalui.Lepidoptera yang sudah di tangkap akan di identifikasi. Sebelum mengidentifikasi kita dapat melakukan pengawetan terhadap kupu-kupu tersebut.Pengawetan pada serangga disebut Insectarium. Pengawetan bertujuan sebagai koleksi untuk pendidikan,pengajaran,koleksi dan sebagai bukti otentik untuk memperkuat data penelitian.

Pembuatan spesimen Insectarium memerlukan alat dan bahan antara lain Alkohol 70%,papan rentang, jarum, suntikan, kertas minyak,label,dan kapur. Alkohol 70% disuntikan pada bagian toraks Lepidotera untuk mencegah pembusukan pada bagian pencenaan yang mengandung bayak bakteri sehingga saluran pencernaannya juga dapat terawetkan,setelah itu Lepidoptera di rentangkan di atas papan rentang dan di tahan menggunakan jarum, rentangkan sayap atas dan bawah hingga tegak lurus satu sama lain,kemudian beri label sesuai tabel identifikasi,dan mengidentifikasi menggunakan buku identifikasi.Dari inventarisasian yang pertama di temukan 30 spesies Lepidoptera,diantaranya Ariadne ariadne .

Ariadne ariadne L. Merupakan famili Nymphalidae ordo Lepidoptera kelas Insecta. Spesies ini memiliki sayap bewarna coklat ke orenan dengan garis garis bergelombang , bagian tepi sayap bergerigi hitam , abdomen memiliki warna seperti sayap , pada kedua bagian ujung atas sayap terdapat bulatan kecil bewarna putih.Spesies inimemiliki Antena, kepala, dada dan perut berwarna karat ochraceous. Laki-laki memiliki serangkaian skala bersinar gelap (androconia) pada vena subkostal, vena 6 dan 7 dan patch pada bagian bawah sayap depan menuju dasar. Betina terlihat mirip namun sedikit pucat dan kurang skala androconial. Ariadne ariadne sering di temukan pada tumbuhan Ricinus communis.

Ariadne ariadne ini sering dianggap mirip dengan teman satu genusnya yaitu Ariadne specularia. Hanya saja ada satu ciri yang membedakan keduanya. Bagian atas sayap Ariadne ariadne memiliki corak hitam yang kurang jelas, tidak sejelas Ariadne specularia. Ariadne ariadne hidup dan tersebar di daratan asia, salah satunya Indonesia dan India.

Copyright © 2015 Divisi Entomologi DP XXXVI HIMBIO UNPAD. All Rights Reserved.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s