MORFOLOGI DAUN


Dalam mengidentifikasi suatu tumbuhan, mempelajari struktur luarnya menjadi keharusan tersendiri yang tidak dapat dipisahkan, sebab dengan mengetahui struktur luarnya seperti apa, kita dapat membedakan antara organisme yang satu dengan lainnya.Untuk menunjang hal tersebut, maka pada pelatihan kedua kali ini Divisi Flora dan Lingkungan mengusung tema Morfologi Daun. Mengapa dimulai dari daun? Sebab daun merupakan komponen utama yang mutlak ada pada tumbuhan selain akar dan batang. Selain itu, ketika mengidentifikasi suatu tumbuhan maka daun lah yang mudah untuk diamati secara langsung, karena daun mudah untuk dijangkau dan dapat dipelajari struktur luarnya dengan mata biasa.

Bersama Teh Ngesti Rahayu, mahasiswi Biologi angkatan 2011 sebagai pemateri, pelatihan F3Lyang kedua pada 4 Maret 2015 pun dimulai. Agar pelatihan tidak membosankan, peserta diajak untuk menjelajahi kawasan Arboretum sambil mengenal secara langsung morfologi dari daun. Sebelum pelatihan dimulai, peserta diminta untuk mengambil masing-masing sehelai daun yang ingin diketahui bentuknya seperti apa. Dari sanalah, pemateri menjelaskan bentuk dari masing-masing daun yang dipilih. Ternyata, bentuk daun dibedakan berdasarkan pelebaran bagian daun itu sendiri. Pada dasarnya helaian daun memiliki tiga bagian, yaitu bagian atas helai daun (apex), tengah helai daun, dan bawah helai daun (basis). Bentuk daun yang melebar di bagian apex ada obovate, yaitu membulat telur sungsang. Contohnya adalah daun ketapang (Terminalia catappa). Bentuk dari daun ketapang terlihat seperti telur yang terbalik, maka dari itu disebut membulat telur sungsang. Ada lagi bentuk daun obcordate yang ditemukan pada tumbuhan Oxalis corniculata. Daunnya menjantung yang berpangkal pada bagian runcingnya sehingga jenis ini disebut menjantung sungsang. Bentuk daun lain adalah sphatulate, terdapat pada tumbuhan Plantago major. Dikatakan sphatulate karena bentuknya menyerupai spatula atau sendok, dengan ujung yang lonjong lalu menyempit sampai ke pangkal daunnya. Bentuk daun selanjutnya adalah oblancheolate, yaitu melanset sungsang, biasa ditemukan pada tumbuhan Plumeria.

Setelah penjelasan singkat mengenai bentuk daun, pelatihan berlanjut dengan menyusuri kawasan Arboretum. Sambil menjelajahi Arbor, pemateri menjelaskan mengenai bentuk-bentuk daun yang ada di sekitar Arboretum, seperti daun talas, daun Ki sabun, hingga daun Bauhinia purpurea. Bentuk daun yang melebar di bagian tengah helaian daun terdiri dari linear, oblong, elliptical, oval, dan belah ketupat. Cara mengetahui bagian yang terlebar di daun tersebut adalah dengan melipat helaian daun ke bawah sama rata, maka akan terlihat bagian terlebar dari daun tersebut. Jika perbandingan lebar dan panjang helai daun 1 : 2,5-3 maka bentuk daun tersebut dinamakan oblong. Contohnya adalah daun mangga (Mangifera indica). Bentuk daun yang memiliki perbandingan lebar dan panjang helai daun 1 : 1,5 disebut oval, contohnya nangka (Arthocarpus heterophyllus). Jika perbandingan 1 : 2 disebut elliptical. Ada juga helaian daun yang memiliki perbandingan 1 : ~, seperti pada kelompok Poaceae, maka jenis ini disebut linear.

Pelebaran daun terakhir yaitu pada bagian basis atau bagian bawah helai daun. Beberapa di antaranya merupakan kebalikan dari pelebaran pada bagian apex, seperti cordate (menjantung) pada Ipomoea alba, ovate (bulat telur) pada Hibiscus rosa-sinensis, dan lanceolate (melanset). Jenis unik lainnya adalah sagitate, yaitu mematah panah, contohnya pada tanaman kangkung. Ada juga hastate, yaitu mematah tombak, contohnya pada Syngonium podophyllum, serta deltoid atau mendelta.

Selain mengenal bentuk daun, peserta juga diperkenalkan dengan perbedaan antara daun majemuk dan daun tunggal. Ciri-ciri daun majemuk adalah memiliki banyak helaian daun pada satu tangkai. Jika satu dari daun tersebut gugur, maka daun yang lain ikut berguguran juga. Dibandingkan daun tunggal, daun majemuk memiliki keunikan tersendiriyaitu tonjolan pada pangkal daunnya yang disebut pulvinus.

Daun majemuk memiliki dua tipe pertulangan daun, yaitu menjari (palmatus) dan menyirip (pinatus). Dari kedua tipe pertulangan daun tersebut, bentuk daun majemuk kembali dibedakan menjadi beberapa jenis. Jika kita mengamati daun jeruk, maka terlihat daunnya seperti dua bagian yang menempel. Jenis daun tersebut dinamakan unifoliolatus. Bauhinea purpurea juga memiliki daun yang terlihat seperti dua daun yang menempel, namun jenis daunnya disebut bifoliolatus. Bedanya dengan daun jeruk adalah daun Bauhinea purpurea ke samping, tampak seperti paru-paru, sedangkan daun jeruk berjejer ke bawah.

Jenis daun majemuk lainnya adalah paripinatus dan imparipinatus. Dikatakan paripinatus jika daun tersebut menyirip genap, sedangkan imparipinatus untuk daun majemuk menyirip ganjil.

Di pelatihan ini juga dipelajari pinggiran daun yang dapat mengubah bentuk daun. Ada empat kategori, yaitu lobus, fidus, partitus, dan sect. Lobus merupakan keadaan pinggiran daun yang berlekuk tidak begitu dalam, biasanya ¼ dari daun. Lekukan pada fidus ½, partitus ¾, sementara lekukan pada sect hampir mendekati tulang daun.
“Jadi belajar lebih dulu. Menarik.” – Azka, 2014.
“Bermanfaat. Mengingat-ingat lagi materi Mortum. Belajar lagi.” – Anggi, 2013.

Pematerian kali ini dirasa menarik dan menyenangkan diketahui dari testimoni yang didapat. Beberapa peserta mengatakan pelatihan mengenai morfologi daun ini menyenangkan serta dapat menambah wawasan baru khususnya bagi mahasiswa angkatan 2014 yang belum mengenal lebih lanjut mengenai morfologi daun. Pematerian ini juga membuat sebagian peserta yang telah mempelajari morfologi daun menjadi lebih ingat dan paham akan materi tersebut .

Oleh Vidyanti Masykur
Divisi Flora dan Lingkungan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s