MANAJEMEN PERJALANAN

on

Ketika seseorang akan pergi berlibur atau melakukan penelitian ke suatu tempat terkadang orang itu bingung ketika membuat perencanaan perjalanan, bagaimana cara mengefisiensikan berbagai perlengkapan agar bisa tepat sesuai dengan ukuran tas yang akan dibawa dan bagaimana membuat perencanaan yang matang. Sering kali orang bepergian dengan menggunakan tas besar atau koper sedangkan pada kenyataanya orang itu hanya pergi berlibur atau melakukan penelitian dalam tiga hari saja. Mungkin orang beranggapan bila akan melakukan bepergian dibutuhkan barang yang banyak untuk memenuhi kebutuhannya. Namun anggapan itu kurang tepat, sebaiknya membawa peralatan itu disesuaikan dengan tujuan dan kebutuhan yang diperlukan saja, jangan berlebihan karena akan merepotkan diri sendiri. Maka dari itu kami dari biro ekskursi mengadakan pematerian mengenai manajemen perjalanan. Salah satu tujuannya adalah memfasilitasi warga Himbio agar dapat melakukan manajemen perjalanan yang baik.

Mungkin orang masih bertanya- tanya apa itu manajemen perjalanan? Manajemen perjalanan merupakan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai suatu tujuan dalam sebuah perpindahan dari satu titik ke titik lain. Jadi apabila akan pergi ke suatu tempat perlu dilakukan manajemen perjalanan yang baik. Adapun tahap – tahap manajemen perjalanan yaitu, tahap perencanaan, tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap pelaporan yang berupa publikasi. Pada tahap perencanaan tentu kita harus membuat suatu rencana yang matang dengan menggunakan rumus 5W+1H (what,why,where,who,how). What berupa apa tujuan dari perjalanan yang akan dilakukan (objek, ide),why dapat diartikan dengn kenapa harus dilakukan tujuan/ide tersebut,where dapat diartikan dimana letak lokasi yang akan dituju,when dapat diartikan kapan akan dilaksanakanya perjalanan,who adalah siapa saja pesertanya, berapa banyak, latar belakang dan how adalah bagaimana langkah-langkah pelaksanaannya.
Pada tahap perencanaan, ada yang disebut dengan organisasi perjalanan, organisasi perjalanan merupakan organisasi yang mengatur keterbatasan manusia agar selamat dalam mencapai tujuannya pada kegiatan di alam bebas. Organisasi perjalanan sangat penting diperhatikan karena dimaksudkan untuk menjaga keselamatan diri sendiri maupun berkelompok saat berada di alam bebas. Seperti saat berkelompok kita harus menentukan siapa yang akan menjadi ketua, anggota serta pembagian tugas masing-masing hal ini dilakukan agar setiap orang bisa menjadi penyeimbang satu sama lain saat berada di alam dan diharapkan dapat saling membantu disaat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dalam melakukan penelitian di alam selalu dibentuk sebuah tim karena dalam hal ini tidak mudah untuk melakukan semua hal hanya sendiri tanpa bantuan orang lain.

Selanjutnya pada tahap persiapan hal yang biasa dilakukan adalah menyusun dan melaksanakan jadwal kegiatan, mencari data dan informasi, mengolah data dan informasi, menyusun ROP (Rencana Operasional Perjalanan), menyusun jalur evakuasi, menyusun dan melaksanakan kebutuhan diklat serta menyusun dan memenuhi tugas per-bidang. Pencarian data dan informasi dapat didapat dari internet, buku maupun hasil survei langsung. Kemudian pada saat mengolah data dan informasi, seperti kondisi lintasan, kondisi cuaca, tingkat kesulitan medan. Selanjutnya penyusunan rencana operasional dapat berupa bahaya Objektif (Alam): tingkat kesulitan dan bahaya subjektif (manusia): tingkat kerumitan. Kemudian menyusun kebutuhan diklat biasanya yang dilakukan yaitu mendaftar hal-hal yang harus dikuasai seperti pengetahuan mengenai navigasi darat, biologi praktis, metode pengambilan data dan analisis serta medik. Selanjutnya hal yang tak kalah penting harus diperhatikan adalah peralatan dan perbekalan. Peralatan dan perbekalan harus disesuaikan dengan kebutuhannya agar tetap efisien saat berada di alam.

Pada tahap selanjutnya adalah tahap pelaksanaan. Tahap ini adalah tahap yang penting karena setelah semua persiapan terpenuhi maka pelaksanaanlah sebagai tujuan utama pada saat melakukan perjalanan. Hal-hal yang dilakukan pada tahap ini adalah Fiksasi rencana operasional perjalanan, fiksasi transport, akomodasi, basecamp dll, sudah mengantongi izin (SIMAKSI, Surat Jalan, dll), pemenuhan logistik dan perbekalan, evaluasi dan briefing dan menjalankan rencana operasional perjalanan.Setelah selesai pelaksaan kini saatnya membuat suatu laporan disertai publikasi, hal ini dilakukan sebagai bukti bahwa kita telah melakukan perjalanan, contohnya pada saat melakukan penelitian ataupun hanya menginventarisasikan flora dan fauna yang ada. Biasanya pelaporan dan publikasi dilakukan dengan membuat buku maupun artikel sehingga orang lain dapat mengetahui hasil penelitian yang telah dilakukan. Semakin kita ingin tahu dalam ilmu pengetahuan semakin kita membuka wawasan yang kita miliki. Semoga pematerian kedua ini bisa bermanfaat bagi semua orang dan dirasakan manfaatnya oleh orang lain.

Biro Ekskursi
DP XXXVI
Himbio Unpad

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s