Catatan Harian Si Layang-Layang Asia

on

Minggu 7 November 2010, saya bersama Bapa Izul, Bapa Dani, Bapa Nay, Bu Nadia Rahma, dan Bu Nanad melakukan survei untuk acara pelatihan teknik penandaan burung migrasi, dlam hal ini Hirundo rustica. Burung Hirundo rustica datang secara berkelompok (diperkirakan ratusan), pada pukul 17.45 . Melakukan gerakan mengelelilingi pohon Angsana yang akan menjadi tempat bertenggernya (tempat istirahat). Burung ini dapat dibedakan dengan burung layang-layang lain dari bentuk ekor nya yg bercagak (tipis, hanya terlihat dari jarak dekat), selain itu ukurannya relatif lebih besar dibanding burung layang2 biasa. Suara kedatangan kelompok burung migrasi ini, terdengar seperti suara halus dari aliran air terjun (pendapat pribadi). Kelompok Hirundo rustica melakukan terbang berputar sekitar 20 menit, sampai akhirnya mereka bertengger di pohon2 Angsana yang terdapat di depan PT. Arsostex. Secara sekilas nampak hingga ribuan individu yang terdapat (berkumpul) di 3 pohon sekitar PT. Artostex. Pohon Angsana yang terlihat memiliki jumlah individu paling banyak, terletak di daerah yang relatif lebih sepi manusia dibanding 2 pohon lainnya. Penduduk sekitar, termasuk satpam Arsostek menyatakan burung tersebut biasa datang pada pukul 17.30-18.15, dan pergi lagi di pagi hari sekitar pukul 5 pagi. Akan tetapi hal ini pun tergantung pada kondisi cuaca. Seperti halnya burung migrasi lainnya, kawanan Hirundo rustica datang pada kisaran bulan Oktober-November, dan kembali pulang di kisaran bulan Februari-Maret. Pada kedatangan awal di bulan Oktober,berdasarkan pantauan penduduk sekitar selalu ada beberapa burung yang tiba terlebih dahulu,diasumsikan itu adalah tim pioneer yang memantau keadaan sebelum kawanan besar datang.    Berdasarkan pengamatan terakhir pada tahun 2007, ada perubahan lokasi pemukiman yang bergeser sekitar 20-30 meter dari lokasi yang terakhir tercatat, akan tetapi masih pada lingkungan yang relatif sama. Perpindahan ini disebabkan pepohonan yang menjadi tempat burung tersebut telah ditebang oleh pihak PT.Ceres, lokasi pengamatan terakhir.

      Pada pukul 18.45 dilakukan penangkapan menggunakan insect net, relawan peneliti (Bapa Ijul) naik ke atas pohon Angsana dan menggoyangkan pohon tempat burung bertengger, burung yang berterbangan ditangkap menggunakan insect net, lalu disimpan dalam bird bag (kantong kecil). Burung-burung yang berterbangan mengeluarkan kotoran, yang menandakan kelompok hewan tersebut stress akibat gangguan manusia. Sudah sejak 5 tahun terakhir, burung migrasi ini tercatat bermukim di daerah Pabrikan di Moh.Toha, dan ,mendiami pohon2 Angsana ataupun di kabel listrik di pingggir jalan. Akan tetapi, walaupun pengamatan telah dilakukan bertahun-tahun, belum ada penelitian secara terperinci mengenai alasan burung tersebut memilih daerah sekitar Moh.Toha sebagai wintering area mereka. Catatan lain menyatakan Hirundo rustica terlihat bermukim di daerah Ciranjang, burung-burung tersebut bertengger dan beristirahat di kabel2 listrik pinggir jalan, di daerah pemukiman biasa.          

       Setelah dilakukan penangkapan, dilanjutkan dengan penghitungan morfometrik. Penghitungan dilakukan sehati-hati mungkin untuk menghindari stress yang berlebihan pada burung, seperti yang terjadi pada salah satu burung yang diamati peneliti, setelah menyelesaikan penghitungan morfometrik, burung tersebut tidak mau terbang, diduga karena stress.

      Fenomena aktivitas dari Burung Migrasi Hirundo rustica ini merupakan kejadian yang menarik. Menarik pula, terutama untuk dikaji mengapa memilih daerah tersebut sebagai lintasan tahunan nya. Dengan iklim akhir-akhir ini yang tak menentu dan pembangunan yang cenderung Antroposentris, sangat beruntung kita masih dapat menikmati sajian pemandangan dan karunia Yang Maha Kuasa ini .Meminjam jargon dari pemenang lomba karya tulis Ilmiah dan film dokumenter HCPSN 2010,"Dulu kita tak ada, sekarang mereka tak ada"adalah gambaran ketakutan terhadap ulah manusia yang menyebabkan kehilangan populasi burung (terutama burung migrasi)di dunia. Mari kita berbagi dan saling menjaga lestari alam ini. Memang benar dan tak perlu dipungkiri lagi, Burung itu lebih indah di alam.

    Kegiatan penilitian dan penandaan untuk jenis Layang-layang Asia ini telah dilakukan oleh anggota dan sukarelawan dari Himpunan Mahasiswa Biologi Universitas Padjadjaran bekerjasama dengan Yamashina Institute, Jepang.  Kegiatan penandaan ini sempat menjadi sebuah isu yang menarik beberapa negara untuk terlibat dalam kegiatan ini. Akan tetapi kegiatan ini telah lama tidak dilanjutkan terutama oleh para anggota HIMBIO karena minimnya informasi dan kendala kemampuan para anggota mengenai kegiatan ini. Untuk itu HIMBIO UNPAD, BICONS (Bird Conservation Society) bekerjasama dengan BPLHD Jawa Barat berinisiatif untuk mengadakan pertemuan dan pelatihan bagi anggota HIMBIO Unpad dan pihak terkait lainnya sebagai media untuk pertukaran informasi dan pengetahuan mengenai upaya penelitian dan pelestarian burung migrasi dan habitatnya Indonesia, terutama untuk jenis Layang-layang Asia di Indonesia.

Pelatihan teknik penandaan Burung Migrasi : Hirundo rustica.

Kerjasama antara Himbio Unpad dan Bird Conservation Society (Bicons), dan didukung oleh BPLHD JABAR.

Hari/ Tanggal     : Jum’at, 12 November 2010

Waktu                 : 08.30 – Selesai

Tempat               : Aula Pertemuan BPLHD JABAR Jl Naripan No 25, Bandung.

                             Simulasi teknik penandaan Layang-layang Asia di Jl. Raya Dayeuhkolot 66 (moh.toha)

Dihadiri oleh teman2 dari HIMBIO UPI, HIMBIO UIN, NYMPHEA ITB, HIMBIO UNPAD, HIMBIO UNPAS, U-Green ITB

Diisi oleh

  • Prof. Johan Iskandar PhD. (Universitas Padjadajran)
  • Muhammad Irham S.Si. MSc. (Litbang Zoologi-LIPI)
  • Zaini Rakhman (Raptor Indonesia)
  • Ade Rahmat S.Si. dan Dani Heryadi S.Si (BICONS)

Buat temen2 Himbio Unpad yang mau ikut cepat hubungi CP yang bersangkutan,!terbatas!

layang1

Pamflet Publikas

layang2

Kawanan Layang-layang Asia
(Photo taken by WMD)

layang3

Penghitungan morfometrik
(Photo taken by WMD)

layang4

Foto Bertengger kelompok layang2 asia.
(Photo taken by WMD

(report by: Abdurahman Hafif)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s