KLJI (Komunitas Lubang Jarum Indonesia)

on

 

Senin, 21 Juni 2010 @Taman Pramuka 181 Bandung

Pada hari ini, kami perwakilan dari Dazzlights Himbio Unpad, yaitu Risa, Kiia, Ovie, Genis dan Kinan, berkunjung ke KLJI (Komunitas Lubang Jarum Indonesia) Bandung yang bertempat di Jalan Taman Pramuka No. 181 Bandung. Di sana, kami berkesempatan untuk mengetahui sejarah terbentuknya KLJI Bandung dan belajar tentang kamera lubang jarum.

image

Sejarah singkat KLJI Bandung – merekam dunia melalui lubang kecil

Kamera lubang jarum atau kamera tanpa lensa sudah diperkenalkan sejak abad keempat oleh sejumlah tokoh Yunani seperti Aristoteles. Pada tahun 1839, kamera ini mulai diperkenalkan di Prancis. Seperti yang diketahui, belum banyak masyarakat yang paham tentang kamera lubang jarum. Oleh karena itu, seorang fotografer, Ray Bachtiar Drajat, mencoba untuk mendirikan komunitas lubang jarum di Indonesia. Ray mencoba mengenalkan dan memperluas wawasan masyarakat tentang prinsip dasar fotografi. Tahun 2002 lalu, tepatnya tanggal 17 Agustus, Ray mengadakan acara workshop pertama kalinya, di Cafe Milk Lembang Bandung, milik senior fotografer Bandung – Djirman De Martha. Dari workshop inilah awal mula berdirinya Komunitas Lubang Jarum di Bandung.

Kamera lubang jarum

Untuk foto menggunakan kamera lubang jarum, dibutuhkan tiga tahapan, yaitu pembuatan kamera, pengambilan gambar dan pencetakan gambar.

1. Tahap pembuatan kamera

Kamera dibuat dengan menggunakan kaleng bekas yang diberi lubang, lalu ditutup dengan alumunium yang hanya diberi lubang sebesar jarum. Kemudian digunakan lakban hitam sebagai shutter. Setelah itu, kertas foto dimasukan ke dalam kaleng dan ditutup rapat.

2. Tahap pengambilan gambar

Kamera disimpan di depan objek yang akan diambil gambarnya dan didiamkan selama waktu yang dibutuhkan. Semakin banyaknya cahaya, semakin cepat pula proses pengambilan gambar. Melalui lubang yang kecil ini, cahaya akan direfleksikan ke kertas foto dan objek akan terlihat terbalik.

3. Tahap pencetakan gambar

Pada tahap ini, dibutuhkan suatu ruangan khusus yang disebut kamar gelap. Dalam kamar gelap, hanya diperbolehkan adanya cahaya berwarna merah. Proses pencetakan gambar menggunakan tiga cairan khusus, yaitu developer (untuk memunculkan gambar), stop bat (merupakan campuran antara air dan cuka dapur) dan fixer (untuk meretapkan gambar).

Inilah cerita singkat yang kami dapatkan saat berkunjung ke sana. Benar – benar pengalaman yang menyenangkan dan banyak ilmu bermanfaat yang bisa kami dapat. Terima kasih untuk Kang Deni, Kang Ahmad, Kang Wili, Kang Ramdan, Kang Aceng, Kang Rofii, dan Akang2 KLJI Bandung yang lain. Tidak sabar rasanya untuk menunggu Workshop Fotografi Lubang Jarum Himbio Unpad pada dies natalis Himbio Unpad mendatang. Hehehe

One Comment Add yours

  1. juraij says:

    good luck buat dazzlight…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s