Mammalia Arboretum Unpad


Mammalia arboretum Unpad? Ada hewan apa aja ya? Mau tau? ini dia jawabannya..

Jadi, menurut hasil kegiatan SIMA (Susur Abor dan Inventarisasi Mammalia) di Arboretum Unpad ini, terdapat beberapa jenis mammalia baik diurnal maupun nokturnal diantaranya kelalawar, bajing, tupai dan domba. Hasil tersebut di dapat dari hasil pengamatan langsung dan tidak langsung yaitu melalui wawancara. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Divisi Flora dan Lingkungan serta Divisi Mammalogi Himbio Unpad yang di laksanakan pada Minggu, 4 Oktober 2015.

Nah, sekarang udah pada tau kan mammalia apa saja yang ada di Arboretum Unpad . Untuk lebih memahaminya, kami akan mengulas beberapa perbedaan antara Bajing dan Tupai. Mengapa mereka? karena hewan –hewan ini di temukan banyak keberadaannya di Arboretum Unpad. Ok Cek it out!

Bajing dan tupai adalah hewan yang berbeda, meskipun sebagian besar orang menganggap bajing dan tupai adalah hewan yang sama. Tupai sepintas mirip dengan bajing, tetapi berbeda anatomi dan perilakunya. Tupai memiliki moncong sangat panjang (bagian muka, mulut, hidung) sedangkan Bajing relatif agak rata pada bagian mulut dan hidungnya.

Bajing merupakan mammalia pengerat (ordo Rodentia) dari famili Sciuridae yang dalam bahasa Inggris disebut Squirrel. Sedangkan Tupai berasal dari famili Tupaiidae dan Ptilocercidae yang dalam bahasa Inggris disebut Treeshrew. Secara ilmiah bajing dan tupai bahkan sangat jauh kekerabatannya. Berbeda dengan Tupai yang memakan serangga, Bajing merupakan binatang pengerat yang memakan buah-buahan.

Sebenarnya masih banyak perbedaan antara Bajing dan Tupai, namun hanya beberapa yang kami sampaikan semoga membantu dalam mengidentifikasi Bajing dan Tupai di lapangan. Terimakasih 

Otter???


Apa itu Otter? Mungkin hanya sebagian orang saja yang tahu apa itu Otter,tapi siapa yang tidak tahu Berang-berang? Pasti kebanyakan orang sudah tahu. Padahal “Otter”merupakan bahasa inggrisnya dari Berang-berang. Berang-berang Indonesia  ini yang sering kali belum dimengerti. Setiap kali mendengar istilah berang-berang yang terlintas adalah sesosok makhuk mirip musang yang hidup di air dan suka menyusun ranting-ranting menjadi sebuah bendungan kokoh di sungai. dalam bahasa Inggris dikenal dua nama yakni “Otter” dan “Beaver” yang dalam bahasa Indonesia kerap sama-sama diterjemahkan menjadi berang-berang. Pada kenyataannya kedua hewan tersebut berbeda.

Otter adalah binatang semi-akuatik anggota famili Mustelidae yang hidup di hampir seluruh dunia kecuali Australia. Jenis inilah yang lebih tepat disebut berang-berang.Sedangkan Beaver adalah hewan pengerat yang mampu hidup di dua tempat (air dan darat), yang hidup di Amerika dan Eropa. Meskipun kurang tepat, beaver diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi berang-berang juga.Perbedaan Otter dan Beaver, yaitu. secara taksonomi memiliki kekerabatan yang sangat jauh. Meskipun sama-sama mamalia (hewan menyusui), namun keduanya telah berbeda di tingkat Ordo. Otter berordo Carnivora (pemakan daging) sedangkan beaver berordo Rodentia (hewan pengerat). Secara perilaku keduanya pun memiliki berbedaan mencolok. Beaver membuat sarang dengan membuat bendungan dari ranting-ranting sedangkan otter bersarang di lubang-lubang di pinggir sungai.Satu lagi perbedaan antara berang-berang otter dan beaver adalah otter terdapat di Indonesia sedangkan beaver tidak dijumpai di Indonesia. Bahkan Indonesia memiliki hingga empat spesies berang-berang otter.

Secara umum berang-berang mempunyai tubuh mirip musang dengan tungkai yang relatif lebih pendek, dan cakar yang berselaput, ekor panjang berotot. Rambut-rambut di tubuhnya terdiri dari dua lapisan, yakni rambut bagian luar (panjang dan relatif keras, kaku) dan rambut bagian dalam (halus, lunak). Lapisan dalam ini tidak tembus air dan memerangkap udara di dalamnya. Rambut ini berguna untuk menjaga kulit berang-berang agar tetap kering dan hangat meskipun tengah berenang di air yang amat dingin.Berang-berang hidup di berbagai habitat lahan basah seperti sungai, danau, rawa, sawah, pesisir serta di laut lepas. Makanan utamanya adalah hewan aquatik seperti ikan, namun juga memakan kodok, udang, ketam, kerang, mamalia kecil, hingga burung.Jenis berang-berang di Indonesia

Jenis-jenis Berang-berang Indonesia. Di seluruh dunia terdapat 12 jenis berang-berang yang 4 spesies di antaranya dapat dijumpai di Indonesia. Keempat spesies berang-berang yang hidup di Indonesia itu adalah:

  • Aonyx cinerea atau Berang-berang cakar kecil (Asian Small-clawed Otter).

1 otter

Berang-berang ini tersebar di Bangladesh, Bhutan, Brunei Darussalam, Kamboja, China, India, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanma, Nepal, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam. Berang-berang Asia ini di Indonesia dapat ditemukan di pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan pulau-pulau kecil sekitarnya.

Merupakan berang-berang terkecil dengan ukuran tubuh sekitar 65 – 70 cm dengan berat 5 kg. Hidup secara berkelompok (mencapai 20 ekor perkelompok) dan sering dijumpai hingga di dekat pemukiman manusia. Terdaftar sebagai spesies Vulnerable dalam status konservasi IUCN Redlist dan terdaftar dalam CITES Apendik II.

  • Lutra lutra atau berang-berang utara (Eurasian Otter, Common Otter, European Otter).

2 otter

Daerah sebaran berang-berang ini sangat luas mulai dari sebagian besar Eropa, Afrika bagian timur laut, dan Asia. Di Indonesia berang-berang Lutra lutraterdapat di pulau Sumatera.

Ukuran tubuhnya sekitar 1 m dengan berat 7 kg. Hidup soliter pada habitat lahan basah yaitu habitat air tawar, payau dan air laut, sungai dataran rendah dan tinggi, danau, rawa, persawahan dan pesisir pantai. Oleh IUCN Redlist diberikan status Near Threatened dan oleh CITES didaftar sebagai Apendiks I di beberapa negara. Termasuk hewan yang dilindungi di Indonesia berdasarkan PP Mo. 7 Tahun 1999.

  • Lutra sumatrana atau Berang-berang hidung berbulu (Hairy-nosed Otter).

3 otter

Berang-berang Lutra sumatrana tersebar mulai dari Kamboja, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Di Indonesia dapat ditemukan di Sumatera dan Kalimantan.

Ciri fisiknya hampir mirip dengan Lutra lutra hanya saja memiliki ciri khas berupa rhinarium (bantalan  hidung) yang ditumbuhi rambut. Terdaftar sebagai spesies Endangered oleh IUCN Redlist dan CITES Apendiks I. Termasuk hewan yang dilindungi di Indonesia berdasarkan PP Mo. 7 Tahun 1999.

  • Lutrogale perspicillata atau Berang-berang bulu licin (Smooth-coated Otter, Indian Smooth-coated Otter)

4 otter

Tersebar di Bangladesh, Bhutan, Brunei Darussalam, Kamboja, China, India, Indonesia, Irak, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Pakistan, Thailand, dan Vietnam.

Ukuran tubuh berang-berang bulu licin (Lutrogale perspicillata) mencapai 1,2 meter dengan berat 11 kg. Hidup secara berkelompok yangterdiri atas satu jantan dan betina dengan beberapa anak. Terdaftar sebagai spesies Vulnerable dalam status konservasi IUCN Redlist dan terdaftar dalam CITES Apendik II.

Penurunan populasi berang-berang secara global diakibatkan oleh berkurangnya habitat seperti alih fungsi dan kerusakan lahan basah seperti rawa, sungai dan danau. Juga lantaran berkurangnya sumber makanan. Terancamnya punahnya populasi berang-berang juga diakibatkan perburuan karena berang-berang acap kali dianggap sebagai hama terutama pada pertanian perikanan.Sungguh disayangkan jika kemudian hewan semi-akuatik ini menjadi punah. Padahal banyak di antara kita yang belum mengenal berang-berang Indonesia ini.

BATIC Fest, Pencerah Kamis Malam KOMABI UNPAD


Pada tanggal 21 Mei 2015 yang lalu, bertempat di depan komabi – Biologi Unpad acara Batic Fest (Biology Art and Talent Showing Competition Festival) sukses digelar! Acara ini merupakan program kerja dari Biro Seni Dewan Pengurus XXXVI Himbio Unpad. Acara ini terselenggara sukses berkat dukungan dari Departemen Minat Bakat yang menaungi Biro Seni Sendiri. Sebelum acara ini digelar, telah ada rangkaian acara Himbio Mencari Bakat yang diikuti oleh 12 peserta dari berbagai macam angkatan aktif (2011-2014). Himbio mencari Bakat ini merupakan ajang pencarian bakat yang dimiliki oleh mahasiswa biologi khususnya dalam bidang seni. Bakat yang ditampilkan dapat berupa solo vocal, duo/ group vocal, dance, atau memainkan instrumen musik.

Himbio Mencari Bakat sudah mengadakan dua kali tahap seleksi pada tanggal 27 April 2015 dan 5 Mei 2015. Pada tanggal 5 Mei 2015, dilakukan seleksi untuk mendapatkan 3 Grand finalis yang akan berkompetisi pada Acara Batic Fest. Ketiga grand finalis tersebut adalah Barkah (2011), Willy Wiguna (2012), dan grup musik yang beranggotakan Fifi (2014), Baghya & Dimas (2013). Pada Batic Fest tidak hanya melihat ketiga grand finalis tersebut berkompetisi, tetapi juga terdapat perlombaan antar angkatan dan perseorangan! Ohiya, Batic Fest juga berkolaborasi dengan event bulanan Minat Bakat yaitu Ngariung Miba, jadi kita singkat jadi ‘NGABATIC’. Tema yang diangkat adalah Budaya. Perlombaan yang diadakan ada cover song ‘Khatulistiwa’, cover dance, sketsa, daur ulang, sampai tarik tambang. Tidak lupa juga disediakan hadiah menarik untuk sang juara.

Antusias peserta dan penonton semakin malam semakin ramai. Para penonton tak lupa selalu mendukung grand finalis Himbio Mencari Bakat dengan meneriakkan yel yel khasnya. Dalam ajang ini seluruh angkatan berkumpul seperti yang di katakan oleh Teh Meida (2011), Teh Rachel (2012), dan Teh Selma (2014), semuanya kompak mengatakan bahwa Batic Fest acaranya seru banget, tempat berkumpul semua angkatan, ajang bersilaturahmi, dan harus diadain lagi taun depan! Diujung acara, ditutup dengan pengumuman pemenang lomba angkatan dan rangkaian acara “Himbio Mencari Bakat” yang sebelumnya para Grand finalis “HMB” ini telah menunjukan kemampuan terbaiknya dalam dua kali penampilan. Akhirnya, yang ditunggu-tunggu pun tiba, yaitu pengumuman pemenang Himbio Mencari Bakat! Penonton yang berada di lokasi turut tegang menunggu hasil penilaian juri. Dan, keluarlah juara “Himbio Mencari Bakat” yaitu diraih oleh Group instrumen musik yaitu Teh fifi, kang Baghya, dan Kang Dimas. Diikuti oleh Kang Willy wiguna sebagai runner up dan Kang Barkah yang menempati posisi ketiga. Pengumuman pemenang ini disambut suka cita oleh semua peserta dan penonton karena memang ketiga Grand finalis ini layak menjadi juara. Seusai pengumuman dan pemberian hadiah, maka berakhirlah acara BATIC Fest ini. Acara ini benar benar kegiatan seru yang tak terlupakan! Selamat kepada para pemenang dan “See you soon” di acara persembahan Biro Seni tahun depan!!!!

TRUST ME, I’M A BIOLOGIST !! & STUDY OVERSEAS


Sabtu, 23 Mei 2015, biro humas bekerjasama dengan biro pendidikan mengadakan acara Stadium Generale yang kedua. Berbeda dengan Stadium Generale sebelumnya, kali ini acara dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama bertema “Trust Me, I’m a Biologist” mengundang Teh Indah Winarti dari International Animal Rescue dan Kang Stefan Nugroho dari Stem Cell and Cancer Institute PT Kalbe Farma.

Dalam sesi pertama, teh Winar berbagi pengalaman dalam hal konservasi kukang, beliau mengatakan bahwa dalam konservasi kukang sangat membutuhkan banyak anak biologi karena orang yang mempelajari biologi lebih mengetahui cara mengolah dan melestarikan alam, orang biologi juga dekat dengan alam. Hal yang dibutuhkan untuk menjalankan konservasi ini yaitu kemauan yang tinggi dan usaha yang keras serta tidak mudah menyerah. Dilanjutkan dengan kang Stefan yang bekerja di perusahaan mengenai stem cell, menurut pengalamannya perusahan membutuhkan orang yang mau bekerja keras bukan hanya mengandalkan kemampuan akademik namun juga dalam segala aspek salah satunya berorganisasi. “Kita tidak boleh menjadi mahasiswa rata-rata” ucap beliau, kita harus terus belajar dan memperdalam ilmu yang kita miliki.
Sebelum masuk ke sesi dua, Vegetasi yang merupakan vocal group Himbio Unpad tampil memberikan hiburan untuk para peserta, ada pula doorprize berupa kupon makan gratis di komabi. Selamat untuk para pemenang doorprize !!

Sesi dua dimulai dengan tema “Study Overseas”, kang Tedi Setiadi yang mendapatkan beasiswa Erasmus Mundus Europe dan kang Dwi Nur Laksono yang pernah menginjakan kakinya di Ramkhamhaeng University Thailand hadir untuk berbagi pengalamannya diluar negeri. Mereka menjelaskan bahwa belajar di luar negri memerlukan persiapan yang matang. “Usaha apa yang sudah kita lakukan untuk belajar di luar negeri?” pertanyaan ini harus ada dalam diri masing-masing orang yang ingin belajar ke luar negeri. Hal yang harus disiapkan yaitu semasa kuliah harus mencari pengalaman sebanyak-banyaknya untuk bekal nanti. Kita harus memperhatikan banyak hal diantaranya integrasi, bagaimana caranya berbaur dengan kebudayaan negara lain dan bagaimana caranya menyesuaikan diri dengan kebudayaan dan kehidupan disana. Kita juga harus mengetahui sistem pendidikan disana contohnya ECTS: European Credit Transfer and Accumulation System (credit point & grading scale) yaitu suatu sistem agar mempermudah transfer SKS apabila berpindah satu negara ke negara lain, orang Perancis suka dengan ujian tertulis dan laporan praktikum.

Play Hard, Study Hard!
Tidaklah mudah untuk mencapainya namun usaha yang kita lakukan akan sebanding dengan hasil dan pengalaman di dapat disana. Selalu ada jalan bagi orang yang mau berusaha. Europe? America? Asia? Australia? Africa? Ecology? Microbiology? Biotechnology? It’s your choice !

Pitfall Trap


Pitfall trap, jebakan manis untuk serangga tanah

Pitfall trap, berasal dari 3 kata yaitu pit = lubang, fall = jatuh dan trap = jebakan. Jadi secara keseluruhan pitfall trap dapat diartikan sebuah jebakan yang bertujuan untuk mendapatkan serangga yang jatuh kedalam jebakan. Pembuatan pitfall trap ini cukup mudah, hanya membutuhkan beberapa bahan dan alat yang mudah didapat.

Serangga tanah adalah serangga yang hidup didalam, ataupun dipermukaan tanah. Rata-rata serangga kelompok ini berperan sebagai dekomposer, pengurai bahan-bahan organik yang ada ditanah. Jenisnya pun banyak, mulai dari semut yang berukuran sangat kecil sampai kumbang pengumpul kotoran yang berukuran lumayan besar.
Karena jenis dari serangga tanah ini banyak, maka banyak pula jenis-jenis jebakan untuk serangga tanah. Hal ini disesuaikan dengan kesukaan makanan mereka. Karena serangga tanah tersebut akan masuk kejebakan jika mereka mencium sesuatu yang menarik mereka untuk datang. Beberapa jebakan selain pitfall trap adalah bite trap yang digunakan untuk serangga penyuka buah, malayse trap yang digunakan untuk menangkap serangga terbang, light trap untuk serangga yang hidup nokturnal, yellow pan trap untuk serangga penyuka warna kuning, dan masih banyak lagi.

Pitfall trap banyak digunakan karena dapat sekaligus dilakukan bersamaan dengan transek tumbuhan. Bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan trap ini adalah larutan gula yang berfungsi untuk memberikan aroma manis yang dapat menarik semut, detergen yang digunakan untuk menurunkan tegangan permukaan sehingga jika ada serangga yang masuk tidak akan bisa keluar lagi, alkohol 70 % untuk mengawetkan serangga yang masuk kedalam trap. Ketiga larutan tersebut dicampurkan dengan perbandingan larutan gula:detergen:alkohol sebanyak 2:1:1. Campuran larutan tersebut dimasukkan kedalam gelas air mineral plastik sebanyak 1/3 gelas.

Gali lubang sedalam ukuran gelas air mineral tersebut hingga gelas air mineral dapat mask sejajar dengan permukaan tanah. Rapihkan kembali daun-daun yang berserakan atau tanah bekas galian hingga tidak mencurigakan bagi serangga. Serangga akan menganggap tidak ada apapun disana karena sekitar trap seoerti tanah biasa.

Dibuat dari kardus dengan ukuran 10 x 10 untuk membuat penutup diatas trap agar tidak rusak terkena hujan atau yang lain-lainnya. Jebakan lain yang yang dapat mengundang serangga adalah kotoran sapi. Kotoran sapi tersebut di bungkus dengan kain kassa, dan digantungkan pada atap kardus. Kotoran sapi akan menghasilkan bau yang khas, sehingga serangga seperti serangga pengumpul kotoran dapat mencium baunya dan terjebak dalam trap.

Selain menggunakan bahan-bahan diatas, pada pitfaal trap juga dapat menggunakan bahan lain diantaranya bangkai ikan. Bedanya terletak pada hasil tangkapan. Pada pitfall yang menggunakan komposisi cairan, serangga yang didapat akan dalam bentuk basah, sehingga tidak menutup kemungkinan serangga tersebut rusak karena ada komposisi detergen. Sementara pada yang menggunakan bangkai, akan menghasilkan serangga yang masih dalam keadaan hidup.
Pengamatan dilakukan selama 24 jam. Setelah 24 jam, kita baru bisa mengambil pitfall trap tersebut dan melihat apa saja yang ada didalamnya. Kekurangan dari pitfall trap adalah trap hanya dilindungi oleh selembar kardus yang disangga. Jika hujan maka kemungkinan trap tersebut akan rusak. Tapi, trap ini cukup memuaskan karena tim entomologi mencobanya pada tanggal 24 Mei 2015.

image

Rangkuman Keputrian Assausan I


Untuk para akhwat yang belum sempat datang di kajian ‘Askar sebelumnya, bisa dibaca nih rangkuman dari kegiatan tersebut :) sekalian nambah2 wawasan supaya jadi akhwat biolog yang makin kece kan?hehe ^_^

Interaksi dengan lawan jenis
Cerita tentang Nabi Musa as yang berbicara dengan 2 orang gadis non-mahram yang sedang kesulitan memberi makan domba-dombanya. Dalam islam diperbolehkan interaksi antara lawan jenis dengan maksud dan tujuan yang jelas dan langsung pada inti dari permasalahan yang akan dibicarakan.
Etika berinteraksi dengan lawan jenis diantaranya berbicara tegas, tidak berbicara lemah gemulai, menundukkan pandangan serendah mungkin

Meredam Virus Merah Jambu
Rasa cinta di dalam diri manusia itu fitrah, dalam Islam hal ini pun diatur, Islam memberi benteng atau pembatas agar tak terjerumus dengan yang namanya Virus Merah Jambu. Ada beberapa cara untuk membentengi diri :
1. Lebih mengenal Sang Pemilik Cinta yang mampu membolak-balikkan hati setiap makhluknya, jangan berharap pada manusia tapi hanya berharaplah pada Allah, Sang Maha Pemilik Hati MakhlukNya.
2.Perbanyak sholat malam dan berkhalwat dengan Allah di sepertiga malamnya
Jodoh kita adalah cerminan diri kita. Artinya, apabila kita menginginkan seseorang yang baik akhlaknya, sholeh, hafal Al-quran, dan lain sebagainya. Kita pun harus melakukan hal yang sama dengan apa yang kita inginkan.
Pantaskan diri kita untuk dipertemukan dengan orang yang telah dipilih oleh Allah

Istiqomah Dalam Berhijab
Hijab syar’i adalah hijab yang sesuai dengan syariat islam.
Cirinya : menutup aurat, menutupi dada, tidak tabarruj, dan sebagainya.
Hijab dan akhlaq adalah 2 hal yang berbeda, hijab adalah kewajiban dan akhlaq adalah harus juga. Jadi jika adalah wanita yang bilang, hijab hati dulu baru hijab tubuh, karena percuma tubuh sudah dihijab tapi hati masih kotor. Kembali lagi, karena keduanya adalah dua hal yang berbeda.
Ada beberapa hal yang membuat wanita mampu berhijab :
1.Karena diiming-imingi oleh hadiah. Artinya, apabila dia memakai hijab maka dia akan diberi imbalan sebagai balas jasanya.
2. Karena kepepet, pada saat detik-detik menjelang ajalnya, Naudzubillahi min dzalik..
Berhijab merupakan penjagaan diri bagi seorang wanita, karena tugas wanita adalah menjadi ibu dan pengatur rumah tangga. Yang kelak akan menanamkan pendidikan pada anak-anaknya kelak. Keyakinan dalam berhijab , lakukan karena Allah semata , ikhlas dan tetap istiqomah, konsisten dalam mencari ilmu islam.
Interaksi dengan lawan jenis diperbolehkan dalam ruang lingkup :
1.Pendidikan
2.Kesehatan
3.Muamalah
4.Pernikahan
5.Peradilan

Persiapan Akhwat di Lapangan
Kuncinya adalah istiqomah, dimanapun diri kita aurat sangat harus dijaga dan ditutupi
Cara memakai pakaian saat di lapangan adalah :
1.Meyakinkan pakaian yang digunakan adalah pakaian yang nyaman dan sesuai dengan syariat Islam
2.Istiqomah dengan pakaian yang memang sesuai hokum Islam selagi kita bisa mengantisipasi atau mengatasinya dengan berbagai jalan yang pastinya Allah tunjukkan pada kita.
3.Menjaga interaksi dengan lawan jenis, apalagi selama di lapangan pasti banyak rintangan, seperti jalan yang naik turun, menaiki dan menuruni tebing, alangkah lebih baiknya kita meminta bantuan pada teman akhwat kita selagi ada daripada dibantu oleh ikhwan.

Artikel “The Series of Primates Part V”


Sabtu,16 Mei 2015 Divisi Mammalogi Himbio Unpad melaksanakan The Series of Primates part V.Kami melakukan kunjungan ke Taman Hutan Raya (Tahura), Bandung untuk pengamatan Macaca.Sebelumnya pada TSOP III dan IV kami juga melakuka kunjungan ke sana.Seperti biasa kami berangkat pukul 06.00 dan tiba di Tahura pukul 07.30.Sesampainya di sana kami melakukan briefing terlebih dahulu.Tim divisi membagi menjadi tiga kelompok dengan spot yang berbeda.Penempatan spot sesuai saat TSOP IV minggu yang lalu.Spot 1 terletak di area setelah tangga,spot 2 di area dekat warung,dan spot tiga berada di hamparan bukit.

Metode yang digunakan dalam pengamatan Macaca ini adalah metode purposive.Sebenarnya ada beberapa metode lain seperti line transect dan metode jelajah.Namun metode purposive ini bisa dibilang metode yang cukup efisien dan mudah dilakukan.Pengamatan Macaca dengan metode ini dilakukan pada spot yang memang telah ditentukan sebelumnya.Dengan kata lain pada TSOP V ini kita bisa membandingkan dan mengupdate data jumlah Macaca dengan TSOP IV sebelumnya.

Setelah briefing kami langsung berpencar pada spot masing-masing.Di spot 1 ternyata hanya ditemukan 2 Macaca adult yang sedang moving di pohon,pada pukul 08.05.Lalu di spot 2 tepatnya di jalan persimpangan,ditemukan 6 Macaca (4 juvenil, 1 invant, dan 2 adult),pada pukul 08.16 dengan aktivitas feeding (makan).Masih di spot 2, pada pukul 08.26 ditemukan 2 Macaca sub-adult yang sedang moving di pohon.Di spot 3 sendiri ternyata tidak ditemukan Macaca satupun,karena memang spot 3 yang berupa hamparan bukit ini sekarang sudah dibuat seperti sengkedan dan banyak pekerja pula di sana.Kemungkinan Macacanya melakukan migrasi ke daerah lain.

Akhirnya menjadi bergeser dari spot 3 menuju area dekat pintu masuk goa Belanda,dan ternyata di sana ditemukan cukup banyak Macaca.Pada pengamatan sebelumnya juga yang dilakukan oleh senior Macaca banyak ditemukan di area sekitar goa Belanda.Ada 11 Macaca (1 alfa male, 1 beta male, 2 juvenil, dan sisanya adult serta sub-adult).Ditemukan pada pukul 08.40 dengan aktivitas yang bermacam-macam, feeding, moving, dan grooming (mencari kutu).Tepat di depan goa Belanda sendiri pada pukul 09.10 ditemukan 2 Macaca (1 adult dan 1 sub-adult).Setelah selesai melakukan pengamatan pada ketiga spot tersebut, selanjutnya kami bersama-sama beranjak menuju pintu keluar goa Belanda yang terdapat joglo.Mengapa kami ke sana, karena saat pengamatan kemarin di area ini ditemukan banyak Macaca.Namun ternyata hanya terdapat 2 Macaca sub-adult yang sedang moving di pohon.Sekitar pkul 11.00, pengamatan selesai dilakukan dan kami melakukan evaluasi kegiatan, setelah itu kami langsung pulang.

Dalam pengamatan Macaca dengan metode purposive, hal penting yang harus dicatat yaitu waktu ditemukan; umur (invant, juvenil, sub-adult, dan adult); jumlah; vegetasi; aktivitas; dan bila perlu jenis kelaminnya juga.Secara garis besar dari hasil pengamatan ini, jumlah Macacanya berkurang dibandingkan hasil pengamatan minggu lalu.Hal ini disebabkan karena saat itu di Tahura sedang banyak sekali pengunjung yang sedang libura panjang.Seperti kita ketahui bahwa Macaca pada dasarnya malu terhadap manusia, sehingga semakin banyak orang semakin sedikit Macaca yang muncul.

Macaca sendiri hidupnya adalah multi female, yaitu satu jantan bisa mengawini banyak betina.Dalam satu kelompok terdiri dari satu Alfa Male, yaitu pemimpin kelompok, dan satuBeta Male, yaitu wakil pemimpin kelompok.Satu kelompok bisa terdiri dari 20-40 eko.Kelompok satu dan lainnya terpisah jarak cukup jauh.Pengamatan Macaca ini meski butuh kesabaran untuk menunggunya dan lelah juga tentunya, namun terasa mengasyikkan bagi kami.Terbukti dengan testimoni peserta yang cukup antusias mengikuti kegiatan pengamatan ini.Berikut beberapa foto Macaca yang ada di Tahura.
imageimageimage

imageimage

Kajian Askar “Diterimakah Sholat Kita?”


Bismillahirrahmanirrahim. Assalmu’alaikum wr. wb.

Pada hari Jum’at, 10 April 2015 pukul 16.00 telah dilaksanakan kajian Islam kedua di pelataran Masjid Nurul ‘Ilmi. Pematerian kedua ini diisi oleh Ustadz Iwan Bastiawan, pendiri Milik Hate Institute (pelatihan dan konsultasi membangun pribadi mulia dengan konsep POP M POWER). Tema kajian kedua ini adalah Ibadah. Ibadah yang difokuskan dalam pematerian ini adalah mengenai sholat.

Pematerian dimulai dengan pendahuluan makna ibadah. Suatu ibadah dilakukan dasarnya agar dapat menyelamatkan pelakunya. Awalnya manusia tidak mengetahui apa-apa, padahal sebagai makhluk Allah setiap diri manusia harus memiliki cara, pandangan dan tujuan dalam hidupnya. Maka dari itu Allah mengutus Rasul sebagai pengingat. Diantara manusia tetap saja ada yang mengingkari dan mau mengatur dirinya sendiri, tidak ingat adanya hari akhir dimana segala amal dipertanggungjawabkan.

Sesuatu keinginan akan muncul didasari pada apa yang dilihat dan didengar. Apabila keinginannya hanya sebatas kehidupan duniawi maka akan menjadikannya hubud dunia. Berbeda apabila keinginan tersebut didasari dengan iman, hati akan diterangi oleh nurul latifun (cahaya yang menetap) lalu akan membimbing pikiran untuk menetapkan yang benar. Rukun iman merupakan keyakinan yang dimilki oleh orang-orang beriman yang menjadikannya memiliki keinginan. Keimanannya pada sesuatu yang ghoib, contohnya keimanan kepada Allah sebagi kholiq atau pencipta menjadikannya memiliki keinginan terhadap Allah. Keinginan yang menuntun pada harapan akan diakuinya dirinya dihadapan Allah kelak.

Maka sebagai pembuktian dari  keimanan tersebut ada rukun islam yang wajib dilakukan. Karena sesungguhnya iman ialah yang menetap di dalam hati, dibenarkan lisan dan diamalkan oleh perbuatan. Dalam Qs. Muhammad (47) : 19 disebutkan bahwa Allah adalah satu-satunya Ilah yang mutlak disembah. Ilah sendiri adalah yang menentramkan jiwa, memberi perlindungan, yang dirindukan dan dicintai. Dan dalam Qs. Thaha (20) : 14 dinyatakan secara tegas dan jelas sholat akan menjadi dzikir (pengingat) bahwa Allah adalah satu-satunya Ilah yang disembah. Maka kewajiban bagi orang-orang yang beriman adalah menyembah Allah dan mengabdikan (mempersembahkan) dirinya hanya kepada-Nya.

Sudah jelas bahwa pelaksanaan ibadah ini dilakukan oleh seorang abid (hamba) kepada Al-ma’bud nya yaitu Allah SWT. Iman yang disadari hati dan jiwa maka akan membawa diri pada perasaan rileks tanpa paksaan. Dalam Qs. An-Nisaa (4) : 103 dinyatakan bahwa orang-orang beriman ialah yang bertauhid, lalu  dipertegas dalam  Qs. At-Taubah (9) : 17 bukanlah orang-orang musyrik yang menduakan. Rasulullah bersabda, “Tidak ada suatu kebaikan apapun yang dapat diperoleh seseorang dari sholatnya kecuali hanya dikerjakan dengan kesadaran “.

Maka indikator hadirnya kesadaran (penjiwaan) dalam pelaksanaan ibadah ini adalah :

  1. Adanya kehadiran hati
  2. Adanya pemahaman yang mendalam
  3. Adanya rasa takzim
  4. Adanya rasa takut yang disertai pengagungan
  5. Adanya rasa pengharapan
  6. Adanya rasa malu

Sedikit demi sedikit akan terbangun kecintaan, kerendahan diri dan rasa tunduk patuh sebagai target dari dilaksanakannya ibadah. Seperti yang telah disebutkan fungsi sholat dalam Qs. Thahaa : 14, akan menghantarkan diri pada target dilaksanakannya ibadah ini. Maka dengan mengabdi hanya kepada Allah, dalam Qs. Ali Imran (3) : 31 disebutkan bahwa orang-orang beriman ialah ornag-orang yang ber-Muhammad Rasulullah. Yaitu orang-orang yang buktinya mencintai Allah dengan mengikuti Rasul-Nya. Karena tauhid tidak hanya menyakini Allah tetapi juga mengikuti kepemimpinan Rasul dalam hal penjabaran dan pelaksanaan kitabullah termasuk beribadah ini. Karena ibadah sendiri berdasar pada Al-Qur’an dan sunnah Rasul agar dapat diterima.

Syarat Sholat :

  1. Islam (Qs. At-Taubah :17)
  2. Berakal sehat (HR. Abu Daud)
  3. Baligh (HR. Abu Daud)
  4. Suci dari hadast (Qs. Al- Maidah :6)
  5. Suci badan, pakaian dan tempat sholat (HR. Bukhari)
  6. Masuk waktu sholat (Qs. An-Nisaa :103)
  7. Menutup aurat (Qs. Al-A’raf : 31) ditambah dengan penyesuaian hukum adat.
  8. Menghadap kiblat (Qs. Al-Baqarah : 144)

Rukun Shalat :

  1. Niat
  2. Membaca takbiratul ihram
  3. Membaca surat Al-Fatihah
  4. Ruku’ (Qs. Al-Hajj : 77)
  5. Bangkit dari ruku’
  6. I’tidal
  7. Sujud
  8. Bangkit dari sujud
  9. Duduk diantara dua sujud
  10. Tuma’ninah ketika ruku’, sujud, berdiri dan duduk
  11. Membaca tasyahud akhir serta duduk
  12. Membaca salam
  13. Melakukan rukun-rukun shalat secara berurutan

Sebesar apapun ibadah tidak diterima kecuali orang-orang yang beriman.

Wallahu ‘alam. Wabillahi taufiq walhidayah. Wassalamua’alaikum wr. wb

Butterfly Watching


Tidak hanya Ornitologi, Entologi pun bisa watching J

Watching, adalah kata bahasa inggris yang berarti menonton, memperhatikan. Istilah watching dalam keilmuan biasanya identik dengan bird wathcing bidang Ornitologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang burung. Tapi kini, Entomologi pun bisa. Minggu, 10 Mei 2015 tim inventarisasi divisi Entomologi DP XXXVI mengadakan Inventarisasi Lepidoptera yang ketiga dan berlokasi di ciparanje, kabupaten Jatinangor, Sumedang dengan tema Butterfly watching.

Butterfly watching menjadi tema pelatihan kali ini karena kami ingin mencoba hal baru mengenai teknik pengidentifikasian atau pendataan tentang kupu-kupu apa aja yang ada di wilayah Ciparanje. Bagaimana caranya butterfly watching ?? membawa insect net ? tentu saja. Kupu-kupu bukan seperti burung yang mungkin dari siluetnya saja ahli ornitologi dapat mengidentifikasikannya. Kupu-kupu adalah hewan invertebrata yang dapat terbang lumayan cepat. Apalagi jenis dari Famili Papilionidae, yang terkenal dengan sayap burungnya sehingga terbang sangat cepat.

Pada dasarnya, metode ini diberi nama watching karena kupu-kupu hasil tangkapan tidak diawetkan. Melainkan hanya dilihat kemudian di identifikasi di tempat. Hal ini dilakukan karena untuk menginventarisasi suatu wilayah, kita tidak bisa selamanya mengawetkan. Itu bisa termasuk eksploitasi. Maka dari itu sebagai seorang biolog, kita harus menjaga biodiversitas, termasuk kupu-kupu yang cantik ini. Diambil untuk penelitian boleh, tapi sewajarnya ya….

Peralatan yang dibawa kelapangan pun tidak banyak dan simpel. Hanya insectnet, buku identifikasi, worksheet, alat tulis, dan kamera. Usahakan membawa buku identifikasi yang kecil, cukup untuk disimpan disaku, agar mudah dikeluar masukkan serta tidak terlalu mengganggu pergerakan ketika menangkap. Ketika kupu-kupu telah ditangkap menggunakan insectnet, kupu-kupu diambil dengan memegang bagian toraksnya dan dibuka sayap kupu-kupu dengan perlahan agar sayapnya terlihat. Setelah itu, kupu-kupu langsung diidentifikasi. Setelah itu catat didalam worksheet yang terdiri dari nama kupu-kupu, ciri-ciri kupu-kupu, waktu, cuaca dan vegetasinya. Kupu-kupu kemudian dilepaskan kembali. Mudah kan ?

Metode ini melatih kita untuk kecepatan mengidentifikasi kupu-kupu dilapangan. Setelah itu, dapat meningkatkan daya ingat tentang nama dari kupu-kupu tersebut. Tapi masih ada kekurangan dari metode ini, yaitu mengenai jumlahnya. Kupu-kupu adalah serangga terbang yang termauk dalam ordo Lepidoptera. Bisa saja kita menangkap kupu-kupu yang sama dalam selang waktu yang berbeda, karena kupu-kupu dapat terbang kemana saja. Hal ini dapat diakali dengan memberi tanda pada bagian toraks dengan tinta. Tapi cara itu maih belum efektif. Cara ini lebih disarankan untuk inventarisasi, yaitu mengetahui jenis kupu-kupu saja yang ada di suatu wilayah.