STADIUM GENERALE “PROUD TO BE A BIOLOGIST”


Pada tanggal 28 Maret 2015, Biro Humas Departemen MIK DP XXXVI HIMBIO Unpad, mengadakan acara stadium generale bertema “proud to be a biologist” yang dihadiri oleh 105 orang dari berbagai angkatan yaitu 2014, 2013, 2012 bahkan 2011. Acara ini merupakan acara yang kedua kali dilakukan setelah tahun kemarin sukses melaksanakan acara ini. Rangkaian acaranya yaitu berbagi pengalaman bersama alumni Biologi Unpad guna mendapatkan pengetahuan mengenai dunia pekerjaan di bidang biologi.

DSCN3581

Acara dimulai pada pukul 09.15 WIB di Ruang kuliah biologi dasar, Universitas Padjadjaran. Pembawa acara pada stadium generale kali ini yaitu Tubagus dan Githa. Dibuka dengan pembacaan ayat suci al-quran oleh saudara Azhar M Naufal, setelah itu dilanjutkan dengan sambutan yang di berikan oleh ketua pelaksana, Windi Astriani. Lalu sambutan oleh Moch Reyyan selaku ketua Dewan Pengurus XXXVI Himpunan Mahasiswa Biologi Universitas Padjadjaran. Acara ini juga di meriahkan oleh hiburan angklung dari departemen MIBA. Selanjutnya, pengenalan moderator kali ini yaitu teh Putri Biologi 2011.

Pembicara kali ini adalah bapak Mohammad Irham seorang ahli zoology yang kini bekerja di LIPI. Beliau adalah alumni biologi Unpad angkatan1995 dan ibu Sintia Jatnikasari dari bidang biomedik khususnya embryology, beliau juga alumni biologi Unpad angkatan 1997.

DSCN3631DSCN3629

Sebenarnya apasih prospek biologi? Pertanyaan tersebut pasti ada dalam benak para mahasiswa biologi sendiri. Bukan saja mahasiswa baru tetapi akang teteh pun sering berhadapan dengan pertanyaan “memangnya biologi kerja dimana?”. Ya, banyak orang yang beranggapan bahwa seorang peneliti cenderung mendapat lowongan kerja yang lebih sempit dibanding jurusan lainnya yang lebih umum. Namun, prospek biologi sendiri sangat luas bahkan bisa menyangkut beberapa bidang misalnya pertanian, peternakan , farmasi bahkan dunia kedokteran. Hal tersebut dapat tercapai jika mau berusaha dan serius menjalani dunia perkuliahan, juga menguasai bidang ilmunya.

DSCN3599

Kekhawatiran yang dirasakan sebenarnya tidak perlu di cemaskan, “Saya juga dulu bingung waktu lulus mau kerja apa. Dulu saya melamar di RSHS, saya lihat banyak lowongan untuk lulusan biologi kalau tidak salah waktu itu lowongannya untuk 70 orang. Alhamdulillah saya lulus, waktu itu saya memang belum terbayang apa yang akan saya kerjakan. Saya sempat berdiam diri karena tidak cukup tahu mengenai bidang embriologi. Namun, kita tidak boleh terdampar jika tidak tahu. Kita harus berusaha sehingga sampai saat ini saya masih bisa bertahan dengan pekerjaan saya.” ucap bu Sintia meyakinkan bahwa biologi bukanlah jurusan yang dapat diremehkan. Pa Irham juga berkata “Untuk lowongan kerja di bagian konservasi masih sangat terbuka. Bidang mikrobiologi pun sedang berkembang saat ini seperti mikrobiologi pangan, obat, dan energi.”

Apakah ilmu yang diberikan dalam perkuliahan sesuai dengan dunia pekerjaan?

“Ya yang saya lakukan saat kuliah dulu itu tidak jauh berbeda dengan apa yang saya lakukan sekarang saat bekerja.” ucap pa Irham. Menurut beliau, dunia pekerjaan memang tidak akan mudah maka dari itu dunia perkuliahan pun tidak akan mudah. Kembali lagi kepada diri kita masing-masing apa yang mendasari kita masuk jurusan biologi ini, ketika masuk kuliah harus sudah tahu apa yang akan dipelajari dan apa yang diminati. Beberapa faktor yang menjadikan mahasiswa biologi tertarik dalam ilmu ini seharusnya menjadikan motivasi yang kuat agar terus semangat dalam menimba ilmu di biologi ini. Selain itu, pa Irham mengatakan bahwa selama kuliah gunakan fasilitas yang ada semaksimal mungkin seperti masuk dalam himpunan, kepanitiaan atau UKM. Soft skill seperti kemampuan sosialisasi, komunikasi, kerjasama akan sangat dibutuhkan dalam dunia pekerjaan. Pada intinya, masa kuliah merupakan wahana untuk pengembangan diri.

Acara ini berakhir pada pukul 11.00 WIB. Sebelumnya ada tiga peserta yang mendapatkan doorprize pada acara kali ini. Selamat untuk yang mendapat doorprize !!! Banyak sekali ilmu yang dapat dari kedua pemateri kita kali ini, semoga bermanfaat dan pikiran kita menjadi lebih terbuka mengenai bidang-bidang ilmu biologi dan prospek kerjanya.

See you !!!

Stadium Generale Part 2 COMING SOON on May 2015 J

“Cobalah sesuatu yang baru dan lakukanlah semuanya dengan senang hati.” – Pa Irham

“Boleh saja kita berminat dalam suatu bidang. Namun, kuasai pula bidang yang lain sehingga ketika masuk ke dunia pekerjaan yang kurang sesuai dengan minat, kita masih tetap bisa bertahan.” – Pa Irham & Bu Sintia

Metode Penelitian Mammalia dan Primata


Jumat,20 Maret 2015 Divisi Mammalogi Himbio Unpad melaksanakan pematerian mengenai “Metode Penelitian Mammalia dan Primata”yang merupakan rangkaian dari kegiatan “The Series Of Primates”.Kegiatan dilakukan di D2 R.203 dan dimulai pada pukul 16.30.Pematerinya adalah kang Yusuf Ilyasa angkatan 2011. Materi yang disampaikan sesuai judulnya,yaitu semua mengenai cara-cara apa saja yang digunakan saat meneliti mammalia atau primata di lapangan.Materi ini sangat penting mengingat beragamnya spesies mammalia dan primata dan perbedaan penelitian itu sendiri untuk apa,sehingga perlu menggunakan metode yang khusus.Selain itu juga materi ini diberikan demi menunjang OWA (Observasi Wahana Alam),yang memang perlu dilakukan penelitian sesuai tema yang ada.
DSC_1331

Metode pengamatan pada umumnya mencakup tiga kegiatan, yaitu inventarisasi, aktivitas harian, dan sensus.Inventarisasi dilakukan untuk mengetahui jenis hewan apa saja yang berada pada suatu populasi.Inventarisasi bisa dilakukan secara langsung dan tidak langsung.Cara langsung dilakukan dengan jelajah ke tempat yang dituju atau bisa juga dengan menggunakan line transect atau purposive.Inventarisasi tidak langsung tidak perlu mendatangi tempat penelitian,melainkan menggunakan suatu alat untuk mengetahui jenis hewan yang ada.Alat yang digunakan biasanya berupa kamera trap, jejak kaki, dan penghitungan kotoran.Ketiga hal tersebut tidak lain digunakan untuk mengidentifikasi jenis hewan yang dicari.
DSC_1345

Metode pengamatan aktivitas harian terbagi menjadi dua, yaitu scan sampling dan ad-libtum.Untuk scan sampling sendiri tidak mengenal batas waktu,sedangkan ad-libtum ada batasan waktunya.Lalu untuk sensus biasanya dilakukan bertujuan untuk mengetahui jumlah individu dalam suatu populasi tertentu.

Jika sebelumnya metode pengamatan mencakup tiga kegiatan, yaitu inventarisasi, aktivitas harian, dan sensus, selanjutnya study metode dibagi dua, yaitu study metode untuk populasi dan metode untuk jarak.Metode populasi bisa dilakukan dengan sensus dan estimasi berdasarkan densitas.Sensus bisa menggunakan metode total count yang merupakan teknik paling akurat dalam menentukan ukuran populasi (primata).Untuk estimasi berdasarkan densitas terbagi lagi menjadi beberapa metode,yaitu metode line transect, metode perangkap, metode lingkaran, metode pengamatan terkonsentrasi, metode triangulasi, dan metode transek jalur. Metode transek adalah metode pengamatan satwa mamalia besar, herbivora (banteng, rusa dan primata) dengan membuat garis atau jalur transek pada lokasi terpilih (areal PSP). Metode perangkap bertujuan untuk menginventarisasi pimata terrestrial dan arboreal.Metode lingkaran untuk primata ynag sulit diketahui jumlah anggota kelompoknya secara cepat.Metode pengamatan terkonsentrasi dilakukan untuk mengetahui struktur kelompok (ukuran dan komposisi).Metode triangulasi dilakukan jika kita tidak mengetahui letak pasti keberadaan primate secara langsung.Dan yang terakhir metode transek jalur digunakan jika primate yang akan diamati mudah terlihat oleh pengamat.Selanjutnya metode jarak dilakukan secara homerange,meliputi minimum area, minimum convex polygon, boundary strip, adjusted range length, dan observed range length.Perbedaan dari kelima cara tersebut terletak dari segi jarak yang digunakan saat pengamatan.

Demikian semua metode-metode yang dapat digunakan untuk pengamatan mammalia dan primata di lapangan.Diharapkan setelah mengetahui semua metode secara mendetail,kita dapat menngunakan metode tersebut sesuai kebutuhan dan tujuan penelitian kita.

DSC_1431

Fulbright DIKTI Master Degree Scholarship, American Indonesian Exchange Foundation, USA


The program is open to applicants who serve as part time or permanent faculty members of state and private institutions of higher education in Indonesia.

Applicants will possess:
1. A Bachelor (S1) degree with a minimum GPA of 3.0 (4.00 scale)
2. A leadership qualities
3. A good understanding of Indonesian and international cultures
4. A demonstrated commitment to the chosen field of study
5. A willingness to return to Indonesia upon completion of the Fulbright-DIKTI program
6. A minimum institutional TOEFL score of 550 or IELTS score of 6.0 or IBT score of 79/80. Please note that TOEFL prediction or TOEFL-like score cannot be accepted.

DISCIPLINES
All disciplines and fields of study are eligible for a Fulbright award. The fields of study covered by the Fulbright scholarship program in the past were limited to the Social Sciences and Humanities. Since 2004, however, the policy has been changed to include also other disciplines with the exception of fields related to patient care or medical training nor to continue their study at medical school.

HOW TO APPLY
Candidates should complete the appropriate application form which can be downloaded below and send it to DIKTI address as shown on the last page of the application form. Please return your complete application package by the application deadline that includes:

Completed application form. This includes a clearly written and concise one page study objective.
1. Copy of your most recent, less than two years old, ITP/IBT TOEFL or IELTS score report.
2. Two letters of reference, from a lecturer/professor and work supervisor who know you well.
3. Copy of academic transcript and diploma (English translation).
4. Copy of identity document (KTP or passport).

CONTACT INFORMATION
Specific questions regarding the application process may be addressed to the following address: http://beasiswa.dikti.go.id

DEADLINE
The deadline for the submission of application materials for all programs is April 15, 2015. DIKTI does not accept email applications. Hard copies must be sent or delivered to DIKTI Address

Note: Program requirements are subject to change without notice.
Source: http://beasiswaindo.com/scholarships/fulbright-dikti-master-degree-scholarship-american-indonesian-exchange-foundation-usa/

Kajian Islam – Penciptaan Manusia


Alhamdulillah, segala puji bagi ALLAH, dan shalawat beserta salam semoga dicurahkan atas Muhammad Rasulullah Sallahu alayhi wa salllam. Berikut kesimpulan kajian Islam I yang dilaksanakan di d2 Kamis, tanggal 12 Maret 2015 dengan tema “Penciptaan Manusia” bersama Ustadz Rahmat Baequni.

Dalam surat At-Tin Allah bersumpah. Pada ayat pertama Allah bersumpah dengan buah Tin dan buah Zaitun, pada ayat kedua Allah bersumpah dengan nama bukit Sina.

Manusia adalah seorang insan yang memiliki sifat suka lupa dan berbuat salah. Tetapi Manusia adalah makhluk mulia, maka tidak mungkin Allah, menciptakan manusia dengan cara yang tidak sempurna. Puncak kesempurnaan manusia terletak pada proses penciptaannya.

Manusia adalah makhluk terbaik dan sebagai khalifah di muka bumi ini dikarenakan :

1. Akal : manusia memiliki kemampuan membaca, berpiki, mesti mencerna apapun tentang dirinya ( QS. 2 : 164/ 3 : 190-191 )

2. Nafsu : manusia memiliki hawa napsu / cita rasa tinggi dalam nilai-nilai kebaikan, merupakan makhluk yang terkutuk jika tidak menjalankan tugasnya dengan baik ( QS. Ali-Imran : 14 )

3. Hati : fitrah seorang manusia terletak pada hatinya. Di dalam dirinyalah mempunyai 2 unsur yang kedua-duanya berjalan dengan sinergis, yaitu sifat ketuhanan (baik) dan sifat kemanusiaannya (lemah) ( QS. 30 : 30 / 7 : 172 )

4. Tubuh / raga : pada tubuh ini, Allah amat perhatian dengan penciptaan manusia dalam bentuk fisiknya. Ada 4 cara Allah dalam menciptakan manusia, yaitu :

 Nabi Adam diciptakan oleh Allah dari tanah. Yang asal tanah ini dari bumi, sebelumnya Allah menyuruh malaikat Jibril untuk mengambilkan tanah di bumi namun tidak berhasil karena bumi menolak untuk diambil bagian dari dirinya yang akan dijadikan makhluk yang akan membuat kerusakan di atas perutnya, begitupun dengan malaikat Mikail, masih tidak berhasil membujuk bumi untuk memberikan tanahnya. Hingga akhirnya, Allah menyuruh malaikat Izroil untuk mengambil tanah di bumi. Dan hasilnya malaikat pencabut nyawa ini bisa mendapatkan tanah tidak hanya berwarna satu macam, tetapi lebih dari ini, dia mengambil warna merah, hitam, coklat, dan sejenisnya. Hingga akhirnya, dengan berbagai tanah tersebut Allah membuatkan sosok makhluk yang dinamakan manusia.

 Siti Hawa, diciptakan oleh Allah untuk menemani Adam yang sendiri. Allah menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam yang diambilNya pada saat Adam tertidur. Oleh karena itu, seorang Adam (laki-laki) harus selalu menasihati Hawa (wanita) dengan cara halus, dengan cara yang dapat menyentuh hatinya, tidak dengan kekerasan.

 Nabi Isa As, diciptakannya oleh Allah tanpa seorang ayah. Itu artinya, beliau lahir tanpa adanya proses fertilisasi (pembuahan) antara sperma ayah dan sel telur ibunya. Allah memuliakannya dengan cara menaruhkan ruh Isa As pada rahim ibunya, Maryam. Wanita yang begitu suci tidak pernah disentuh laki-laki sekalipun.

 Proses penciptaan pada manusia biasa melalui pembuahan (fertilisasi) yaitu bertemunya ovum dan sperma dari orang tuanya, Allah menciptakan manusia dari saripati tanah (ada proses pembelahan sel). Hasil dari pembuahan ini adalah terbentuknya zigot yang di simpan di dalam rahim yang Allah ciptakan kuat / kokoh. Dari sinilah peran seorang ibu sangat berpengaruh bagi anaknya kelak. Biasanya baik atau buruknya seorang anak dilihat dari bagaimana cara ibunya mengajarkan segala hal padanya. Anak-anak hebat banyak dipengaruhi karena ibunya, walaupun dia sudah tidak punya ayah. Anak yang ditinggal ayahnya dan hidup dengan ibu, itu bisa menjadikan mereka anak-anak yang hebat ketimbang anak yang hidup dengan ayah tanpa ibunya. Contohnya , Nabi Muhammad SAW, Imam Syafi’i, dan masih banyak lagi anak-anak sukses lainnya yang diajari hanya dengan seorang ibu. Sedangkan Anak nabi Nuh, yang tabiatnya diajari oleh ibunya yang kafir saat diajak nabi Nuh untuk menaiki perahunya dia tidak mau, dia berpikir bahwa bukit yang tinggi bisa menyelamatkannya dari banjir bah pada waktu itu. Itu karena ajaran dari ibunya. Pada intinya, seorang ibu sangat mempengaruhi sifat anak-anaknya kini maupun kelak nanti. Tak heran letak surga memang dibawah kaki ibu.
Proses penciptaan manusia ada dalam QS. Al-Mu’minun ayat 12-14, yang intinya manusia diciptakan saripati tanah yang berasal dari tanah kemudian Allah jadikan air mani yang disimpan melekat di dalam rahim, kemudian sesuatu yang melekat itu dijadikan segumpal daging kemudian segumpal daging dijadikan tulang belulang, lalu tulang belulang dibungkus dengan daging. Dan kemudian Allah menjadikannnya makhluk yang berbentuk lain.

Manusia pada saat berusia 4 bulan di dalam rahim ibunya, Allah sudah menggariskan takdir padanya.

1. Penetapan jenis kelamin sudah Allah berikan pada usia ini

2. Bagaimana suka dan dukanya

3. Bagaimana rezekinya ( Allah menetapkan dalam bentuk peluang. Artinya “ Man Jadda wa Jadda” yangintinya setiap peluang ini berbanding lurus dengan kesungguhannya dalam berkehidupan)

4. Siapa jodohnya ( Allah pun menetapkannya bersifat peluang. Semua sebanding dengan karakter manusia itu sendiri. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik, begitupun sebaliknya)

5. Kapan ajal/kematiannya ( dimana dan kapan kita mati adalah pilihan kita, dalam keadaan beriman atau tidak, Allah menempatkan manusia dalam suatu perjuangan antara fisik dan batin, sampai akhir manusia ditugaskan untuk menegakkan hukum Allah di muka bumi ini.
Wallahu a’lam .

​​penulis : Nina Siti Aminah

Trip to Aspinall Foundation


Halo teman-teman, tidak terasa sudah menginjak bulan Maret juga ya. Alhamdulillah pada awal Maret kemarin, kami dari Divisi Mammalogi DP XXXVI Himbio Unpad telah melaksanakan sebuah kegiatan perdana dari serangkaian The Series of Primates yaitu Trip to Aspinall Foundation, Ciwidey :)

Beranggotakan 4 orang ditambah 13 peserta, kami pergi ke Ciwidey pukul 06.00 dari Jatinangor. Selama perjalanan kami habiskan dengan tidur karena perjalanan dirasa akan cukup panjang mengingat kami naik mobil, bukan naik motor yang dapat menghalau jalanan ketika macet. Namun alhamdulillah kami sampai disana lebih cepat dari perkiraan. Kami hanya menempuh 1 jam 40 menit perjalanan padahal saat survey kami menghabiskan waktu hampir 3 jam untuk sampai ke sana ckck.

image

Singkat cerita, seseorang menghampiri kami. Itulah Kang Sigit. Bisa dibilang beliau adalah leader of keeper and officer di Aspinall. Setelah bercakap sebentar kami lanjutkan perjalanan.

Lalu kami diajak ke dapur. Disitu sudah ada emak yang telah menyiapkan teko berisi air panas dan gelas yang tersusun rapi. Di bangku dapur kami semua duduk, Kang Sigit siap bercerita dan the story was begun…

Aspinall Foundation
Sebenarnya tempat yang kami kunjungi bernama Pusat Rehabilitasi Primata Jawa yang disokong oleh 3 badan yaitu Perum Perhutani, BKSDA, dan Aspinall Foundation, namun Aspinall merupakan badan yang bersifat sebagai pelaksana dari proses rehabilitasi satwanya. Aspinall ini bersifat titip rawat, artinya satwa yang ada disini merupakan satwa titipan dibawah kelola BKSDA (entah itu hasil sita dari pemilik, didatangkan dari kebun binatang luar negeri, dll) dan Aspinall bertugas merawat/ merehabilitasinya hingga satwa kembali pada sifat aslinya yang liar meski tidak 100%

image

Kita ketahui bahwa terdapat 5 primata endemik yakni Macaca fascicularis (Monyet Ekor Panjang), Nycticebus coucang (Kukang Jawa), Trachypithecus auratus (Lutung Jawa), Hylobates moloch (Owa Jawa), dan Presbytis comata

(Surili). Dari kelima primata tersebut hanya3 yang saat ini ada di Aspinall yaitu Owa Jawa, Lutung Jawa, dan Surili.

Deskripsi tentang 3 Primata Endemik
1. Owa Jawa
Bersifat monogami, dominan memakan buah, daya ingat cukup baik, tidak memiliki ekor, 1 kelompok berkisar 1-4 individu, jarak kehamilan 4bulan, masa kehamilan 6 bulan, satwa arboreal, bayi akan menempel pada induk selama 4 bulan. Termasuk satwa yang dilindungi.

2. Lutung Jawa
Di Aspinall terdapat 2 subspesies yaitu T. auratus auratus dari Jawa Timur yang mempunyai ujung rambut berwarna silver dan T. auratus mauritius dari Jawa Barat yang berwarna rambut pekat. 60 % memakan daun, sedikit buah, insekta, dan mineral tanah. 1 kelompok dapat terdiri dari 7-20 individu. Satwa arboreal. Terancam punah.

3. Surili
Pemakan 80 % daun muda, kulit pohon dan bunga. Satu kelompok terdiri dari 7-10 individu. Multifemale. Terancam punah.

Bagaimana proses rehabilitasi satwa di Aspinall Foundation?

Pertama-tama satwa yang datang akan dikarantina dalam ruangan beralaskan keramik berukuran 2.5x 2.5 m selama 3 bulan. Selama karantina dipantau dokter hewan,dibius, diambil darah untuk pengecekan penyakit, dilihat gigi untuk menentukan umur, dilihat matanya.Setelah karantina dipindahkan ke kandang sosialisasi. Kandang sosialisasi ini bisa berbentuk jaring atau open top enclosure. Waktu di kandang sosialisasi ini tidak menentu, tergantung satwa cepat berubah atau tidak. Seekor satwa bernama Regina memerlukan 2 tahun. Indikator dari perubahan tersebut antara lain pola makan, perilaku makan, dll. Tahap berikutnya yaitu pairing yaitu dicarikan pasangan yang tepat. Tandanya tepat yaitu mereka dapat berkembang biak dan menghasilkan anak serta tidak saling menyakiti. Tahap berikutnya adalah penyiapan lokasi untuk pelepasliaran. Dipastikan di lokasi tersebut ada makanan dan bebas dari predator. Selain itu lokasi harus ditinjau dari segi etnoprimatologi. Jangan sampai kita melepaskan mereka di kawasan masyarakat pemburu. Setelah semua dinilai siap, satwa siap di release.

Pemberian makan satwa?

Pemberian makan pada satwa dilakukan 3 x sehari pada jam 7 pagi, 11 siang, dan 3 sore. Biasanya makanan yang diberikan berupa sayur buah seperti ubi, kangkung, jeruk, jambu mentah, sirsak, dll. Diberikan juga madu dan telur puyuh. Makanan harus dipotong dan ditimbang dulu.

Enrichment?

Berfungsi sebagai latihan. Bisa berupa boneka predator untuk mengenalkan predator yang ada di alam disimpan di depan kandang, ditarik ulur pakai tali, atau dipasang perekam suara asli satwa predator. Diberikan juga bola takraw dan boneka monyet untuk para bayi.
Apa saja yang kami lakukan disana?
Mula-mulakami dibagi kelompok menjadi 2 untuk menyusuri kandang. Kami bisa melihat primata tersebut dari jarak dekat. Selain itu kami diajak untuk memberi makan satwa. Lalu di akhir kami diajak untuk membersihkan kandang satwa.

Penyakit apa saja yang biasanya menyerang primata?
TBC, Herpes, Jantung, Perut kembung, Paru-Paru, Demam, Hepatitis, dll.

Kegiatan terakhir kami adalah membersihkan kandang. Setelah itu kami melakukan evalusi di dapur. Poin terpenting adalah jangan terlalu ribut karena akan mengganggu satwa disana. Setelah itu kami berfoto bersama para keeper, kang Mamat, dan Kang Kiki serta ada pemberian plakat. Akhirnya jam 15.30 kami meluncur dari Aspinall menuju Jatinangor dan sampai sekitar jam 18.00 dengan selamat.
Thanks to Aspinall Foundation!

The Series of Primates belum berakhir. Ikuti terus kegiatannya dan dapatkan ilmunya. Save our primates! :)
(am)

Inventariasi Lepidoptera Se-Jatinangor I


Untuk mengetahui keragaman suatu makhluk hidup perlu dilakukanya inventarisasi. Inventarisasi dapat dilakukan dengan mengumpulkan data secara langsung ke lapangan.Dari segi pengumpulan data jenis data di bagi dua yaitu data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang di ambil secara langsung untuk pertama kali dengan terjun ke lapangan,sedangkan data sekunder dapat diperoleh dari pendataan yang telah dilakukan sebelumnya tanpa harus melakukan pendataan ulang .

Dalam pelatihan inventarisasi Lepidotera Se- Jatinangor yang diadakan pada Sabtu 14 Maret 2015 dilakukan untuk mengetahui kenaekaragaman Lepidoptera (kupu-kupu) yang ada di Jatinangor.Pada pelatihan yang pertama ini mengambil dua titik lokasi yaitu di Cikuda dan Sukawening.Cikuda merupakan daerah pegunungan yang padat akan perumahan penduduk, namun semak dan pepohanan mendominasi pada bahu jalan.Sukawening merupakan daerah pegunungan yang padat akan perumahan penduduk namun juga terdapat areal persawahan dan semak semak belukar.

Penginventarisasian dilakukan pada saat pagi hari sekitar pukul 08.00 s.d 11.00 karena pada jam tersebut merupakan waktu yang tepat bagi Lepidotera untuk terbang mengeringkan sayapnya yang basah dan untuk mencari nektar pada bunga.Untuk menangkap Lepidoptera diperlukan beberapa alat seperti insectnet,papilot,alat tulis,dan tabel identifikasi.Lapidoptera yang di dapatkan harus di catat pada tabel identifikasi yang berisi ciri ciri,tempat dan waktu penangkapan,konsisi cuaca,vegetasi, nomor papilot, nama spesies,tubulensi,dan keterangan.Untuk ciri-ciri dapat menyatat ciri fisik baik dari warna abdomen,bentuk sayap,dan warna sayap.Tempat dan waktu dapat disesuaikan saat penginventarisasian apakah dalam kondisi cerah,mendung,dan sebagainya.Tanaman atau tempat sebagai lokasi ditemukannya Lepidoptera ditulis pada bagian vegetasi.Untuk penyimpannan kupu-kupu semetara diletakan dalam papilot kemudian di beri label nomor identifikasi sesuai yang di catat pada tabel identifikasi. Untuk mengetahui nama species dapat di identifikasinantinya dengan menggunaakan buku identifikasi.Jika menemukan spesies dengan ciri yang sama dapat di tuliskan frekuensinya pada kolom tubulensi. Kolom keterangan digunakan saat ada keterangan lain yang di dapat saat pengambilan kupu-kupu.

Setelah penangkapan Lepidoptera dirasa cukup dilakukan kembali pengulangan pada jalur yang telah di lalui.Lepidoptera yang sudah di tangkap akan di identifikasi. Sebelum mengidentifikasi kita dapat melakukan pengawetan terhadap kupu-kupu tersebut.Pengawetan pada serangga disebut Insectarium. Pengawetan bertujuan sebagai koleksi untuk pendidikan,pengajaran,koleksi dan sebagai bukti otentik untuk memperkuat data penelitian.

Pembuatan spesimen Insectarium memerlukan alat dan bahan antara lain Alkohol 70%,papan rentang, jarum, suntikan, kertas minyak,label,dan kapur. Alkohol 70% disuntikan pada bagian toraks Lepidotera untuk mencegah pembusukan pada bagian pencenaan yang mengandung bayak bakteri sehingga saluran pencernaannya juga dapat terawetkan,setelah itu Lepidoptera di rentangkan di atas papan rentang dan di tahan menggunakan jarum, rentangkan sayap atas dan bawah hingga tegak lurus satu sama lain,kemudian beri label sesuai tabel identifikasi,dan mengidentifikasi menggunakan buku identifikasi.Dari inventarisasian yang pertama di temukan 30 spesies Lepidoptera,diantaranya Ariadne ariadne .

Ariadne ariadne L. Merupakan famili Nymphalidae ordo Lepidoptera kelas Insecta. Spesies ini memiliki sayap bewarna coklat ke orenan dengan garis garis bergelombang , bagian tepi sayap bergerigi hitam , abdomen memiliki warna seperti sayap , pada kedua bagian ujung atas sayap terdapat bulatan kecil bewarna putih.Spesies inimemiliki Antena, kepala, dada dan perut berwarna karat ochraceous. Laki-laki memiliki serangkaian skala bersinar gelap (androconia) pada vena subkostal, vena 6 dan 7 dan patch pada bagian bawah sayap depan menuju dasar. Betina terlihat mirip namun sedikit pucat dan kurang skala androconial. Ariadne ariadne sering di temukan pada tumbuhan Ricinus communis.

Ariadne ariadne ini sering dianggap mirip dengan teman satu genusnya yaitu Ariadne specularia. Hanya saja ada satu ciri yang membedakan keduanya. Bagian atas sayap Ariadne ariadne memiliki corak hitam yang kurang jelas, tidak sejelas Ariadne specularia. Ariadne ariadne hidup dan tersebar di daratan asia, salah satunya Indonesia dan India.

Copyright © 2015 Divisi Entomologi DP XXXVI HIMBIO UNPAD. All Rights Reserved.

MORFOLOGI DAUN


Dalam mengidentifikasi suatu tumbuhan, mempelajari struktur luarnya menjadi keharusan tersendiri yang tidak dapat dipisahkan, sebab dengan mengetahui struktur luarnya seperti apa, kita dapat membedakan antara organisme yang satu dengan lainnya.Untuk menunjang hal tersebut, maka pada pelatihan kedua kali ini Divisi Flora dan Lingkungan mengusung tema Morfologi Daun. Mengapa dimulai dari daun? Sebab daun merupakan komponen utama yang mutlak ada pada tumbuhan selain akar dan batang. Selain itu, ketika mengidentifikasi suatu tumbuhan maka daun lah yang mudah untuk diamati secara langsung, karena daun mudah untuk dijangkau dan dapat dipelajari struktur luarnya dengan mata biasa.

Bersama Teh Ngesti Rahayu, mahasiswi Biologi angkatan 2011 sebagai pemateri, pelatihan F3Lyang kedua pada 4 Maret 2015 pun dimulai. Agar pelatihan tidak membosankan, peserta diajak untuk menjelajahi kawasan Arboretum sambil mengenal secara langsung morfologi dari daun. Sebelum pelatihan dimulai, peserta diminta untuk mengambil masing-masing sehelai daun yang ingin diketahui bentuknya seperti apa. Dari sanalah, pemateri menjelaskan bentuk dari masing-masing daun yang dipilih. Ternyata, bentuk daun dibedakan berdasarkan pelebaran bagian daun itu sendiri. Pada dasarnya helaian daun memiliki tiga bagian, yaitu bagian atas helai daun (apex), tengah helai daun, dan bawah helai daun (basis). Bentuk daun yang melebar di bagian apex ada obovate, yaitu membulat telur sungsang. Contohnya adalah daun ketapang (Terminalia catappa). Bentuk dari daun ketapang terlihat seperti telur yang terbalik, maka dari itu disebut membulat telur sungsang. Ada lagi bentuk daun obcordate yang ditemukan pada tumbuhan Oxalis corniculata. Daunnya menjantung yang berpangkal pada bagian runcingnya sehingga jenis ini disebut menjantung sungsang. Bentuk daun lain adalah sphatulate, terdapat pada tumbuhan Plantago major. Dikatakan sphatulate karena bentuknya menyerupai spatula atau sendok, dengan ujung yang lonjong lalu menyempit sampai ke pangkal daunnya. Bentuk daun selanjutnya adalah oblancheolate, yaitu melanset sungsang, biasa ditemukan pada tumbuhan Plumeria.

Setelah penjelasan singkat mengenai bentuk daun, pelatihan berlanjut dengan menyusuri kawasan Arboretum. Sambil menjelajahi Arbor, pemateri menjelaskan mengenai bentuk-bentuk daun yang ada di sekitar Arboretum, seperti daun talas, daun Ki sabun, hingga daun Bauhinia purpurea. Bentuk daun yang melebar di bagian tengah helaian daun terdiri dari linear, oblong, elliptical, oval, dan belah ketupat. Cara mengetahui bagian yang terlebar di daun tersebut adalah dengan melipat helaian daun ke bawah sama rata, maka akan terlihat bagian terlebar dari daun tersebut. Jika perbandingan lebar dan panjang helai daun 1 : 2,5-3 maka bentuk daun tersebut dinamakan oblong. Contohnya adalah daun mangga (Mangifera indica). Bentuk daun yang memiliki perbandingan lebar dan panjang helai daun 1 : 1,5 disebut oval, contohnya nangka (Arthocarpus heterophyllus). Jika perbandingan 1 : 2 disebut elliptical. Ada juga helaian daun yang memiliki perbandingan 1 : ~, seperti pada kelompok Poaceae, maka jenis ini disebut linear.

Pelebaran daun terakhir yaitu pada bagian basis atau bagian bawah helai daun. Beberapa di antaranya merupakan kebalikan dari pelebaran pada bagian apex, seperti cordate (menjantung) pada Ipomoea alba, ovate (bulat telur) pada Hibiscus rosa-sinensis, dan lanceolate (melanset). Jenis unik lainnya adalah sagitate, yaitu mematah panah, contohnya pada tanaman kangkung. Ada juga hastate, yaitu mematah tombak, contohnya pada Syngonium podophyllum, serta deltoid atau mendelta.

Selain mengenal bentuk daun, peserta juga diperkenalkan dengan perbedaan antara daun majemuk dan daun tunggal. Ciri-ciri daun majemuk adalah memiliki banyak helaian daun pada satu tangkai. Jika satu dari daun tersebut gugur, maka daun yang lain ikut berguguran juga. Dibandingkan daun tunggal, daun majemuk memiliki keunikan tersendiriyaitu tonjolan pada pangkal daunnya yang disebut pulvinus.

Daun majemuk memiliki dua tipe pertulangan daun, yaitu menjari (palmatus) dan menyirip (pinatus). Dari kedua tipe pertulangan daun tersebut, bentuk daun majemuk kembali dibedakan menjadi beberapa jenis. Jika kita mengamati daun jeruk, maka terlihat daunnya seperti dua bagian yang menempel. Jenis daun tersebut dinamakan unifoliolatus. Bauhinea purpurea juga memiliki daun yang terlihat seperti dua daun yang menempel, namun jenis daunnya disebut bifoliolatus. Bedanya dengan daun jeruk adalah daun Bauhinea purpurea ke samping, tampak seperti paru-paru, sedangkan daun jeruk berjejer ke bawah.

Jenis daun majemuk lainnya adalah paripinatus dan imparipinatus. Dikatakan paripinatus jika daun tersebut menyirip genap, sedangkan imparipinatus untuk daun majemuk menyirip ganjil.

Di pelatihan ini juga dipelajari pinggiran daun yang dapat mengubah bentuk daun. Ada empat kategori, yaitu lobus, fidus, partitus, dan sect. Lobus merupakan keadaan pinggiran daun yang berlekuk tidak begitu dalam, biasanya ¼ dari daun. Lekukan pada fidus ½, partitus ¾, sementara lekukan pada sect hampir mendekati tulang daun.
“Jadi belajar lebih dulu. Menarik.” – Azka, 2014.
“Bermanfaat. Mengingat-ingat lagi materi Mortum. Belajar lagi.” – Anggi, 2013.

Pematerian kali ini dirasa menarik dan menyenangkan diketahui dari testimoni yang didapat. Beberapa peserta mengatakan pelatihan mengenai morfologi daun ini menyenangkan serta dapat menambah wawasan baru khususnya bagi mahasiswa angkatan 2014 yang belum mengenal lebih lanjut mengenai morfologi daun. Pematerian ini juga membuat sebagian peserta yang telah mempelajari morfologi daun menjadi lebih ingat dan paham akan materi tersebut .

Oleh Vidyanti Masykur
Divisi Flora dan Lingkungan

PENGENALAN TUMBUHAN


Seperti yang kita ketahui, Indonesia dilimpahi dengan kekayaan hayati yang tiada taranya. Hutan yang terbentang di belasan ribu pulau memiliki berbagai jenis flora dan fauna, yang kadang tidak dapat dijumpai di bagian bumi lainnya dan merupakan salah satu negara Mega Biodiversity (kekayaan akan keanekaragaman hayati ekosistem, sumberdaya genetika, dan spesies yang sangat berlimpah). Namun, sekitar 300.000 jenis tumbuhan yang ada di Indonesia kini semakin berkurang. Disamping itu sekarang banyak hewan-hewan yang diburu untuk diperjual belikan begitu juga tumbuhan yang ditebang dan juga diperjual belikan. Maka dari itu banyak hewan dan tumbuhan yang hampir langka sehingga terancam punah. Ironis dan miris sekali bila melihat alam yang semakin hari semakin tidak tertata dan dimanfaatkan dengan baik. Tumbuhan yang kita kenali sekarang, hanya beberapa bagian saja atau sisa-sisa yang masih bertahan dalam suatu ekosistemnya.

F3L yang dilaksanakan di Tamtel Unpad

F3L yang dilaksanakan di Tamtel Unpad

Dengan semua hal tersebut yang berkaitan dengan semakin berkurangnya tanaman yang berada di Indonesia, sedih sekali bila kita tidak memanfaatkan tanaman tersebut sebaik-baiknya, namun lebih menyedihkan lagi apabila kita sebagai seorang biolog tidak mengetahui dan memahami lebih dalam mengenai tanaman-tanaman yang berada di sekeliling dan berperan penting bagi kehidupan kita. Maka dari itu, divisi floring mengadakan pelatihan rutin yang terlibat langsung dengan tanaman tersebut. Pelatihan yang pertama yang dinamakan Fun Floring Field Learning (F3L) ini, kami mengadakan games yang berkaitan dengan berbagai tanaman. Peserta yang hadir menyediakan nama latin dari suatu tumbuhan untuk dijadikan sebagai nama kelompok, yang terdiri dari 3 kelompok. Peserta pun diharuskan untuk mendeskripsikan tanaman yang mereka pilih sebagai nama kelompok mereka. Dan ketiga kelompok tersebut terdiri dari Durio zibethinus, Cyperus rotundus, dan Zea mays. Dalam games ini terdapat 3 babak, yaitu babak I peserta diberikan pertanyaan oleh panitia masing-masing untuk 1 kelompok, babak II merupakan babak rebutan, dan babak III merupakan babak bonus. Dalam ketiga babak ini, peserta dapat membedakan benang sari dan putik, yang membedakannya yaitu benang sari merupakan metamorfosis daun, yang bentuk dan fungsinya telah disesuaikan sebagai alat kelamin jantan sedangkan, putik merupakan alat kelamin betina yang salah satu bagiannya mengandung sel telur. Peserta juga dapat mengetahui nama latin dari manggis, yaitu Garcinia mangostana. Lebih mengetahui lebih dalam juga mengenai tumbuhan yang telah diketahui sebelumnya. Seperti misalnya, kita menunjukkan gambar tanaman johar (Senna siamea), dan peserta menunjukkan dimana kita bisa mendapatkan tanaman tersebut di sekitar Unpad, hal tersebut dapat membuktikan bahwa peserta mampu mengenal tumbuhan yang dimaksud tersebut. Peserta juga mampu mengeja nama latin dari ilalang yaitu Imperata cylindrica dalam alfabet bahasa inggris dan mengetahui apa yang dimaksud dari sativa dalam nama latin padi yaitu Oryza sativa yang berarti memuaskan. Dengan semua games yang telah dilakukan, peserta lebih mengetahui dan mendalami lagi ilmu mengenai tumbuhan karena dilakukan tak hanya dengan teori dalam games saja namun dengan visualisasi juga dengan ditunjukkannya gambar sehingga peserta mempunyai gambaran mengenai tumbuhan-tumbuhan tersebut.

Setelah dilakukannya kegiatan pelatihan floring yang pertama ini terdapat beberapa testimoni dari para peserta diantaranya adalah “Dapat mengetahui dan mengenal lebih dalam tumbuhan yang telah kita kenali sebelumnya, ataupun yang belum kita kenali sebelumnya, dapat menambah wawasan juga mengenai ilmu tumbuhan, acaranya bagus dan menarik, sebelum diadakan pematerian, mengadakan pemanasan terlebih dahulu dan mengingat-ingat kembali pengetahuan yang telah dipelajari sebelumnya, seru dan banyak manfaat yang didapat dari games yang telah dilakukan pada pelatihan I ini.” Testimoni ini disampaikan oleh Agung(2014), Muthi(2013), Rika(2014), dan Elan(2013).

Acara ini diselenggarakan oleh Divisi Floring Dewan Pengurus XXXVI Himpunan Mahasiswa Biologi Unpad 2015 sebagai pembekalan ilmu untuk mahasiswa biologi itu sendiri agar dapat memperdalam ilmu lagi mengenai tumbuhan.

Divisi Floring
Dewan Pengurus XXXVI
HIMBIO UNPAD

Andini Lestari

Upcoming Event


Pada akhir bulan Maret ini, biro Humas Departemen Media Informasi dan Komunikasi DP XXXVI, mengadakan suatu acara yang memfasilitasi warga Himbio mengenai gambaran berbagai prospek kerja setelah menyandang gelar sarjana sains nanti.

Acara ini terbuka untuk seluruh warga Himbio, dan diharapkan partisipasi dari akang teteh, karena tentunya akan menambah wawasan mengenai prospek kerja setelah lulus nanti.

Don’t miss your chance to be a truly biologist!
STADIUM GENERALE
Sat, March 28th 2015
At gedung D3 Ruang Kuliah Biologi Dasar
09.00 till 13.00

More info: 082129091933 (Dzulismi)

 

image