Kajian Askar “Diterimakah Sholat Kita?”


Bismillahirrahmanirrahim. Assalmu’alaikum wr. wb.

Pada hari Jum’at, 10 April 2015 pukul 16.00 telah dilaksanakan kajian Islam kedua di pelataran Masjid Nurul ‘Ilmi. Pematerian kedua ini diisi oleh Ustadz Iwan Bastiawan, pendiri Milik Hate Institute (pelatihan dan konsultasi membangun pribadi mulia dengan konsep POP M POWER). Tema kajian kedua ini adalah Ibadah. Ibadah yang difokuskan dalam pematerian ini adalah mengenai sholat.

Pematerian dimulai dengan pendahuluan makna ibadah. Suatu ibadah dilakukan dasarnya agar dapat menyelamatkan pelakunya. Awalnya manusia tidak mengetahui apa-apa, padahal sebagai makhluk Allah setiap diri manusia harus memiliki cara, pandangan dan tujuan dalam hidupnya. Maka dari itu Allah mengutus Rasul sebagai pengingat. Diantara manusia tetap saja ada yang mengingkari dan mau mengatur dirinya sendiri, tidak ingat adanya hari akhir dimana segala amal dipertanggungjawabkan.

Sesuatu keinginan akan muncul didasari pada apa yang dilihat dan didengar. Apabila keinginannya hanya sebatas kehidupan duniawi maka akan menjadikannya hubud dunia. Berbeda apabila keinginan tersebut didasari dengan iman, hati akan diterangi oleh nurul latifun (cahaya yang menetap) lalu akan membimbing pikiran untuk menetapkan yang benar. Rukun iman merupakan keyakinan yang dimilki oleh orang-orang beriman yang menjadikannya memiliki keinginan. Keimanannya pada sesuatu yang ghoib, contohnya keimanan kepada Allah sebagi kholiq atau pencipta menjadikannya memiliki keinginan terhadap Allah. Keinginan yang menuntun pada harapan akan diakuinya dirinya dihadapan Allah kelak.

Maka sebagai pembuktian dari  keimanan tersebut ada rukun islam yang wajib dilakukan. Karena sesungguhnya iman ialah yang menetap di dalam hati, dibenarkan lisan dan diamalkan oleh perbuatan. Dalam Qs. Muhammad (47) : 19 disebutkan bahwa Allah adalah satu-satunya Ilah yang mutlak disembah. Ilah sendiri adalah yang menentramkan jiwa, memberi perlindungan, yang dirindukan dan dicintai. Dan dalam Qs. Thaha (20) : 14 dinyatakan secara tegas dan jelas sholat akan menjadi dzikir (pengingat) bahwa Allah adalah satu-satunya Ilah yang disembah. Maka kewajiban bagi orang-orang yang beriman adalah menyembah Allah dan mengabdikan (mempersembahkan) dirinya hanya kepada-Nya.

Sudah jelas bahwa pelaksanaan ibadah ini dilakukan oleh seorang abid (hamba) kepada Al-ma’bud nya yaitu Allah SWT. Iman yang disadari hati dan jiwa maka akan membawa diri pada perasaan rileks tanpa paksaan. Dalam Qs. An-Nisaa (4) : 103 dinyatakan bahwa orang-orang beriman ialah yang bertauhid, lalu  dipertegas dalam  Qs. At-Taubah (9) : 17 bukanlah orang-orang musyrik yang menduakan. Rasulullah bersabda, “Tidak ada suatu kebaikan apapun yang dapat diperoleh seseorang dari sholatnya kecuali hanya dikerjakan dengan kesadaran “.

Maka indikator hadirnya kesadaran (penjiwaan) dalam pelaksanaan ibadah ini adalah :

  1. Adanya kehadiran hati
  2. Adanya pemahaman yang mendalam
  3. Adanya rasa takzim
  4. Adanya rasa takut yang disertai pengagungan
  5. Adanya rasa pengharapan
  6. Adanya rasa malu

Sedikit demi sedikit akan terbangun kecintaan, kerendahan diri dan rasa tunduk patuh sebagai target dari dilaksanakannya ibadah. Seperti yang telah disebutkan fungsi sholat dalam Qs. Thahaa : 14, akan menghantarkan diri pada target dilaksanakannya ibadah ini. Maka dengan mengabdi hanya kepada Allah, dalam Qs. Ali Imran (3) : 31 disebutkan bahwa orang-orang beriman ialah ornag-orang yang ber-Muhammad Rasulullah. Yaitu orang-orang yang buktinya mencintai Allah dengan mengikuti Rasul-Nya. Karena tauhid tidak hanya menyakini Allah tetapi juga mengikuti kepemimpinan Rasul dalam hal penjabaran dan pelaksanaan kitabullah termasuk beribadah ini. Karena ibadah sendiri berdasar pada Al-Qur’an dan sunnah Rasul agar dapat diterima.

Syarat Sholat :

  1. Islam (Qs. At-Taubah :17)
  2. Berakal sehat (HR. Abu Daud)
  3. Baligh (HR. Abu Daud)
  4. Suci dari hadast (Qs. Al- Maidah :6)
  5. Suci badan, pakaian dan tempat sholat (HR. Bukhari)
  6. Masuk waktu sholat (Qs. An-Nisaa :103)
  7. Menutup aurat (Qs. Al-A’raf : 31) ditambah dengan penyesuaian hukum adat.
  8. Menghadap kiblat (Qs. Al-Baqarah : 144)

Rukun Shalat :

  1. Niat
  2. Membaca takbiratul ihram
  3. Membaca surat Al-Fatihah
  4. Ruku’ (Qs. Al-Hajj : 77)
  5. Bangkit dari ruku’
  6. I’tidal
  7. Sujud
  8. Bangkit dari sujud
  9. Duduk diantara dua sujud
  10. Tuma’ninah ketika ruku’, sujud, berdiri dan duduk
  11. Membaca tasyahud akhir serta duduk
  12. Membaca salam
  13. Melakukan rukun-rukun shalat secara berurutan

Sebesar apapun ibadah tidak diterima kecuali orang-orang yang beriman.

Wallahu ‘alam. Wabillahi taufiq walhidayah. Wassalamua’alaikum wr. wb

Butterfly Watching


Tidak hanya Ornitologi, Entologi pun bisa watching J

Watching, adalah kata bahasa inggris yang berarti menonton, memperhatikan. Istilah watching dalam keilmuan biasanya identik dengan bird wathcing bidang Ornitologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang burung. Tapi kini, Entomologi pun bisa. Minggu, 10 Mei 2015 tim inventarisasi divisi Entomologi DP XXXVI mengadakan Inventarisasi Lepidoptera yang ketiga dan berlokasi di ciparanje, kabupaten Jatinangor, Sumedang dengan tema Butterfly watching.

Butterfly watching menjadi tema pelatihan kali ini karena kami ingin mencoba hal baru mengenai teknik pengidentifikasian atau pendataan tentang kupu-kupu apa aja yang ada di wilayah Ciparanje. Bagaimana caranya butterfly watching ?? membawa insect net ? tentu saja. Kupu-kupu bukan seperti burung yang mungkin dari siluetnya saja ahli ornitologi dapat mengidentifikasikannya. Kupu-kupu adalah hewan invertebrata yang dapat terbang lumayan cepat. Apalagi jenis dari Famili Papilionidae, yang terkenal dengan sayap burungnya sehingga terbang sangat cepat.

Pada dasarnya, metode ini diberi nama watching karena kupu-kupu hasil tangkapan tidak diawetkan. Melainkan hanya dilihat kemudian di identifikasi di tempat. Hal ini dilakukan karena untuk menginventarisasi suatu wilayah, kita tidak bisa selamanya mengawetkan. Itu bisa termasuk eksploitasi. Maka dari itu sebagai seorang biolog, kita harus menjaga biodiversitas, termasuk kupu-kupu yang cantik ini. Diambil untuk penelitian boleh, tapi sewajarnya ya….

Peralatan yang dibawa kelapangan pun tidak banyak dan simpel. Hanya insectnet, buku identifikasi, worksheet, alat tulis, dan kamera. Usahakan membawa buku identifikasi yang kecil, cukup untuk disimpan disaku, agar mudah dikeluar masukkan serta tidak terlalu mengganggu pergerakan ketika menangkap. Ketika kupu-kupu telah ditangkap menggunakan insectnet, kupu-kupu diambil dengan memegang bagian toraksnya dan dibuka sayap kupu-kupu dengan perlahan agar sayapnya terlihat. Setelah itu, kupu-kupu langsung diidentifikasi. Setelah itu catat didalam worksheet yang terdiri dari nama kupu-kupu, ciri-ciri kupu-kupu, waktu, cuaca dan vegetasinya. Kupu-kupu kemudian dilepaskan kembali. Mudah kan ?

Metode ini melatih kita untuk kecepatan mengidentifikasi kupu-kupu dilapangan. Setelah itu, dapat meningkatkan daya ingat tentang nama dari kupu-kupu tersebut. Tapi masih ada kekurangan dari metode ini, yaitu mengenai jumlahnya. Kupu-kupu adalah serangga terbang yang termauk dalam ordo Lepidoptera. Bisa saja kita menangkap kupu-kupu yang sama dalam selang waktu yang berbeda, karena kupu-kupu dapat terbang kemana saja. Hal ini dapat diakali dengan memberi tanda pada bagian toraks dengan tinta. Tapi cara itu maih belum efektif. Cara ini lebih disarankan untuk inventarisasi, yaitu mengetahui jenis kupu-kupu saja yang ada di suatu wilayah.

Lowongan Kerja PT Chevron Indonesia


Chevron Adalah Salah Satu Perusahaan Energi Terdepan Di Dunia , Dan Penghasil Minyak Bumi Terbesar Di Indonesia. Chevron merupakan Mitra Dalam Perekonomian Indonesia Dan Telah Menjadi Bagian Dari Anggota Masyarakat Selama Lebih Dari 80 Tahun. Saat Ini Kami Membutuhkan Tenaga-Tenaga Berpengelaman Dan Juga Lulusan-Lulusan Baru Dari Berbagai Bidang Untuk Ditempatkan Di Wilayah Operasi , PT Chevron Indonesia.

Lowongan yang dibutuhkan untuk :

1. Kepala Produksi (KS)
2. Staff Administrasi (SA)
3. Sekretaris (SKR)
4. Supervisior (SR)
5. Customer Service (CS)

Lokasi Kerja di : Sumatra, Riau, Balikpapan, Jawa Barat , Jakarta.

Persyaratan :
• Pria/Wanita, usia maksimal 30 tahun
• Pria, pengalaman minimal 2 tahun (1,4,5)
• Pendidikan minimal SMA, D3 & S1 semua jurusan (1,4,5)
• Wanita ,pendidikan minimal D3 semua jurusan/Fresh graduate (2,3)
• Mampu mengoperasikan komputer (Min. Ms. Word & Excel) (1,2,3,4,5)
• Mampu berbahasa asing akan menjadi kelebihan
• Bersedia ditempatkan di wilayah kerja PT. Chevron Indonesia.

Fasilitas :
• Gaji Pokok Rp. 12.625.000,-/bulan
• Uang Makan & Transport Rp. 52.000,-/hari (termasuk gaji)
• Asuransi
• Seragam

Alamat Surat, dsb :
Kelengakapan berkas lamaran :
1. Surat lamaran dan Daftar Riwayat Hidup.
2. Foto Copy ijazah dan transkrip
3. Fotokopi KTP.
4. Pasphoto ukuran 4 x 6 cm

Kirim ke Email : hrd@chevronindonesia.in

Hanya pelamar yang memenuhi kualifikasi dan mengirim via email yang akan di proses.
Tuliskan nama posisi yang anda inginkan disubjectv email. For a valid information of chevron job vacancy, you can check at http://www.careers.chevronindonesia.com :)

STADIUM GENERALE “PROUD TO BE A BIOLOGIST”


Pada tanggal 28 Maret 2015, Biro Humas Departemen MIK DP XXXVI HIMBIO Unpad, mengadakan acara stadium generale bertema “proud to be a biologist” yang dihadiri oleh 105 orang dari berbagai angkatan yaitu 2014, 2013, 2012 bahkan 2011. Acara ini merupakan acara yang kedua kali dilakukan setelah tahun kemarin sukses melaksanakan acara ini. Rangkaian acaranya yaitu berbagi pengalaman bersama alumni Biologi Unpad guna mendapatkan pengetahuan mengenai dunia pekerjaan di bidang biologi.

DSCN3581

Acara dimulai pada pukul 09.15 WIB di Ruang kuliah biologi dasar, Universitas Padjadjaran. Pembawa acara pada stadium generale kali ini yaitu Tubagus dan Githa. Dibuka dengan pembacaan ayat suci al-quran oleh saudara Azhar M Naufal, setelah itu dilanjutkan dengan sambutan yang di berikan oleh ketua pelaksana, Windi Astriani. Lalu sambutan oleh Moch Reyyan selaku ketua Dewan Pengurus XXXVI Himpunan Mahasiswa Biologi Universitas Padjadjaran. Acara ini juga di meriahkan oleh hiburan angklung dari departemen MIBA. Selanjutnya, pengenalan moderator kali ini yaitu teh Putri Biologi 2011.

Pembicara kali ini adalah bapak Mohammad Irham seorang ahli zoology yang kini bekerja di LIPI. Beliau adalah alumni biologi Unpad angkatan1995 dan ibu Sintia Jatnikasari dari bidang biomedik khususnya embryology, beliau juga alumni biologi Unpad angkatan 1997.

DSCN3631DSCN3629

Sebenarnya apasih prospek biologi? Pertanyaan tersebut pasti ada dalam benak para mahasiswa biologi sendiri. Bukan saja mahasiswa baru tetapi akang teteh pun sering berhadapan dengan pertanyaan “memangnya biologi kerja dimana?”. Ya, banyak orang yang beranggapan bahwa seorang peneliti cenderung mendapat lowongan kerja yang lebih sempit dibanding jurusan lainnya yang lebih umum. Namun, prospek biologi sendiri sangat luas bahkan bisa menyangkut beberapa bidang misalnya pertanian, peternakan , farmasi bahkan dunia kedokteran. Hal tersebut dapat tercapai jika mau berusaha dan serius menjalani dunia perkuliahan, juga menguasai bidang ilmunya.

DSCN3599

Kekhawatiran yang dirasakan sebenarnya tidak perlu di cemaskan, “Saya juga dulu bingung waktu lulus mau kerja apa. Dulu saya melamar di RSHS, saya lihat banyak lowongan untuk lulusan biologi kalau tidak salah waktu itu lowongannya untuk 70 orang. Alhamdulillah saya lulus, waktu itu saya memang belum terbayang apa yang akan saya kerjakan. Saya sempat berdiam diri karena tidak cukup tahu mengenai bidang embriologi. Namun, kita tidak boleh terdampar jika tidak tahu. Kita harus berusaha sehingga sampai saat ini saya masih bisa bertahan dengan pekerjaan saya.” ucap bu Sintia meyakinkan bahwa biologi bukanlah jurusan yang dapat diremehkan. Pa Irham juga berkata “Untuk lowongan kerja di bagian konservasi masih sangat terbuka. Bidang mikrobiologi pun sedang berkembang saat ini seperti mikrobiologi pangan, obat, dan energi.”

Apakah ilmu yang diberikan dalam perkuliahan sesuai dengan dunia pekerjaan?

“Ya yang saya lakukan saat kuliah dulu itu tidak jauh berbeda dengan apa yang saya lakukan sekarang saat bekerja.” ucap pa Irham. Menurut beliau, dunia pekerjaan memang tidak akan mudah maka dari itu dunia perkuliahan pun tidak akan mudah. Kembali lagi kepada diri kita masing-masing apa yang mendasari kita masuk jurusan biologi ini, ketika masuk kuliah harus sudah tahu apa yang akan dipelajari dan apa yang diminati. Beberapa faktor yang menjadikan mahasiswa biologi tertarik dalam ilmu ini seharusnya menjadikan motivasi yang kuat agar terus semangat dalam menimba ilmu di biologi ini. Selain itu, pa Irham mengatakan bahwa selama kuliah gunakan fasilitas yang ada semaksimal mungkin seperti masuk dalam himpunan, kepanitiaan atau UKM. Soft skill seperti kemampuan sosialisasi, komunikasi, kerjasama akan sangat dibutuhkan dalam dunia pekerjaan. Pada intinya, masa kuliah merupakan wahana untuk pengembangan diri.

Acara ini berakhir pada pukul 11.00 WIB. Sebelumnya ada tiga peserta yang mendapatkan doorprize pada acara kali ini. Selamat untuk yang mendapat doorprize !!! Banyak sekali ilmu yang dapat dari kedua pemateri kita kali ini, semoga bermanfaat dan pikiran kita menjadi lebih terbuka mengenai bidang-bidang ilmu biologi dan prospek kerjanya.

See you !!!

Stadium Generale Part 2 COMING SOON on May 2015 J

“Cobalah sesuatu yang baru dan lakukanlah semuanya dengan senang hati.” – Pa Irham

“Boleh saja kita berminat dalam suatu bidang. Namun, kuasai pula bidang yang lain sehingga ketika masuk ke dunia pekerjaan yang kurang sesuai dengan minat, kita masih tetap bisa bertahan.” – Pa Irham & Bu Sintia

Metode Penelitian Mammalia dan Primata


Jumat,20 Maret 2015 Divisi Mammalogi Himbio Unpad melaksanakan pematerian mengenai “Metode Penelitian Mammalia dan Primata”yang merupakan rangkaian dari kegiatan “The Series Of Primates”.Kegiatan dilakukan di D2 R.203 dan dimulai pada pukul 16.30.Pematerinya adalah kang Yusuf Ilyasa angkatan 2011. Materi yang disampaikan sesuai judulnya,yaitu semua mengenai cara-cara apa saja yang digunakan saat meneliti mammalia atau primata di lapangan.Materi ini sangat penting mengingat beragamnya spesies mammalia dan primata dan perbedaan penelitian itu sendiri untuk apa,sehingga perlu menggunakan metode yang khusus.Selain itu juga materi ini diberikan demi menunjang OWA (Observasi Wahana Alam),yang memang perlu dilakukan penelitian sesuai tema yang ada.
DSC_1331

Metode pengamatan pada umumnya mencakup tiga kegiatan, yaitu inventarisasi, aktivitas harian, dan sensus.Inventarisasi dilakukan untuk mengetahui jenis hewan apa saja yang berada pada suatu populasi.Inventarisasi bisa dilakukan secara langsung dan tidak langsung.Cara langsung dilakukan dengan jelajah ke tempat yang dituju atau bisa juga dengan menggunakan line transect atau purposive.Inventarisasi tidak langsung tidak perlu mendatangi tempat penelitian,melainkan menggunakan suatu alat untuk mengetahui jenis hewan yang ada.Alat yang digunakan biasanya berupa kamera trap, jejak kaki, dan penghitungan kotoran.Ketiga hal tersebut tidak lain digunakan untuk mengidentifikasi jenis hewan yang dicari.
DSC_1345

Metode pengamatan aktivitas harian terbagi menjadi dua, yaitu scan sampling dan ad-libtum.Untuk scan sampling sendiri tidak mengenal batas waktu,sedangkan ad-libtum ada batasan waktunya.Lalu untuk sensus biasanya dilakukan bertujuan untuk mengetahui jumlah individu dalam suatu populasi tertentu.

Jika sebelumnya metode pengamatan mencakup tiga kegiatan, yaitu inventarisasi, aktivitas harian, dan sensus, selanjutnya study metode dibagi dua, yaitu study metode untuk populasi dan metode untuk jarak.Metode populasi bisa dilakukan dengan sensus dan estimasi berdasarkan densitas.Sensus bisa menggunakan metode total count yang merupakan teknik paling akurat dalam menentukan ukuran populasi (primata).Untuk estimasi berdasarkan densitas terbagi lagi menjadi beberapa metode,yaitu metode line transect, metode perangkap, metode lingkaran, metode pengamatan terkonsentrasi, metode triangulasi, dan metode transek jalur. Metode transek adalah metode pengamatan satwa mamalia besar, herbivora (banteng, rusa dan primata) dengan membuat garis atau jalur transek pada lokasi terpilih (areal PSP). Metode perangkap bertujuan untuk menginventarisasi pimata terrestrial dan arboreal.Metode lingkaran untuk primata ynag sulit diketahui jumlah anggota kelompoknya secara cepat.Metode pengamatan terkonsentrasi dilakukan untuk mengetahui struktur kelompok (ukuran dan komposisi).Metode triangulasi dilakukan jika kita tidak mengetahui letak pasti keberadaan primate secara langsung.Dan yang terakhir metode transek jalur digunakan jika primate yang akan diamati mudah terlihat oleh pengamat.Selanjutnya metode jarak dilakukan secara homerange,meliputi minimum area, minimum convex polygon, boundary strip, adjusted range length, dan observed range length.Perbedaan dari kelima cara tersebut terletak dari segi jarak yang digunakan saat pengamatan.

Demikian semua metode-metode yang dapat digunakan untuk pengamatan mammalia dan primata di lapangan.Diharapkan setelah mengetahui semua metode secara mendetail,kita dapat menngunakan metode tersebut sesuai kebutuhan dan tujuan penelitian kita.

DSC_1431

Fulbright DIKTI Master Degree Scholarship, American Indonesian Exchange Foundation, USA


The program is open to applicants who serve as part time or permanent faculty members of state and private institutions of higher education in Indonesia.

Applicants will possess:
1. A Bachelor (S1) degree with a minimum GPA of 3.0 (4.00 scale)
2. A leadership qualities
3. A good understanding of Indonesian and international cultures
4. A demonstrated commitment to the chosen field of study
5. A willingness to return to Indonesia upon completion of the Fulbright-DIKTI program
6. A minimum institutional TOEFL score of 550 or IELTS score of 6.0 or IBT score of 79/80. Please note that TOEFL prediction or TOEFL-like score cannot be accepted.

DISCIPLINES
All disciplines and fields of study are eligible for a Fulbright award. The fields of study covered by the Fulbright scholarship program in the past were limited to the Social Sciences and Humanities. Since 2004, however, the policy has been changed to include also other disciplines with the exception of fields related to patient care or medical training nor to continue their study at medical school.

HOW TO APPLY
Candidates should complete the appropriate application form which can be downloaded below and send it to DIKTI address as shown on the last page of the application form. Please return your complete application package by the application deadline that includes:

Completed application form. This includes a clearly written and concise one page study objective.
1. Copy of your most recent, less than two years old, ITP/IBT TOEFL or IELTS score report.
2. Two letters of reference, from a lecturer/professor and work supervisor who know you well.
3. Copy of academic transcript and diploma (English translation).
4. Copy of identity document (KTP or passport).

CONTACT INFORMATION
Specific questions regarding the application process may be addressed to the following address: http://beasiswa.dikti.go.id

DEADLINE
The deadline for the submission of application materials for all programs is April 15, 2015. DIKTI does not accept email applications. Hard copies must be sent or delivered to DIKTI Address

Note: Program requirements are subject to change without notice.
Source: http://beasiswaindo.com/scholarships/fulbright-dikti-master-degree-scholarship-american-indonesian-exchange-foundation-usa/

Kajian Islam – Penciptaan Manusia


Alhamdulillah, segala puji bagi ALLAH, dan shalawat beserta salam semoga dicurahkan atas Muhammad Rasulullah Sallahu alayhi wa salllam. Berikut kesimpulan kajian Islam I yang dilaksanakan di d2 Kamis, tanggal 12 Maret 2015 dengan tema “Penciptaan Manusia” bersama Ustadz Rahmat Baequni.

Dalam surat At-Tin Allah bersumpah. Pada ayat pertama Allah bersumpah dengan buah Tin dan buah Zaitun, pada ayat kedua Allah bersumpah dengan nama bukit Sina.

Manusia adalah seorang insan yang memiliki sifat suka lupa dan berbuat salah. Tetapi Manusia adalah makhluk mulia, maka tidak mungkin Allah, menciptakan manusia dengan cara yang tidak sempurna. Puncak kesempurnaan manusia terletak pada proses penciptaannya.

Manusia adalah makhluk terbaik dan sebagai khalifah di muka bumi ini dikarenakan :

1. Akal : manusia memiliki kemampuan membaca, berpiki, mesti mencerna apapun tentang dirinya ( QS. 2 : 164/ 3 : 190-191 )

2. Nafsu : manusia memiliki hawa napsu / cita rasa tinggi dalam nilai-nilai kebaikan, merupakan makhluk yang terkutuk jika tidak menjalankan tugasnya dengan baik ( QS. Ali-Imran : 14 )

3. Hati : fitrah seorang manusia terletak pada hatinya. Di dalam dirinyalah mempunyai 2 unsur yang kedua-duanya berjalan dengan sinergis, yaitu sifat ketuhanan (baik) dan sifat kemanusiaannya (lemah) ( QS. 30 : 30 / 7 : 172 )

4. Tubuh / raga : pada tubuh ini, Allah amat perhatian dengan penciptaan manusia dalam bentuk fisiknya. Ada 4 cara Allah dalam menciptakan manusia, yaitu :

 Nabi Adam diciptakan oleh Allah dari tanah. Yang asal tanah ini dari bumi, sebelumnya Allah menyuruh malaikat Jibril untuk mengambilkan tanah di bumi namun tidak berhasil karena bumi menolak untuk diambil bagian dari dirinya yang akan dijadikan makhluk yang akan membuat kerusakan di atas perutnya, begitupun dengan malaikat Mikail, masih tidak berhasil membujuk bumi untuk memberikan tanahnya. Hingga akhirnya, Allah menyuruh malaikat Izroil untuk mengambil tanah di bumi. Dan hasilnya malaikat pencabut nyawa ini bisa mendapatkan tanah tidak hanya berwarna satu macam, tetapi lebih dari ini, dia mengambil warna merah, hitam, coklat, dan sejenisnya. Hingga akhirnya, dengan berbagai tanah tersebut Allah membuatkan sosok makhluk yang dinamakan manusia.

 Siti Hawa, diciptakan oleh Allah untuk menemani Adam yang sendiri. Allah menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam yang diambilNya pada saat Adam tertidur. Oleh karena itu, seorang Adam (laki-laki) harus selalu menasihati Hawa (wanita) dengan cara halus, dengan cara yang dapat menyentuh hatinya, tidak dengan kekerasan.

 Nabi Isa As, diciptakannya oleh Allah tanpa seorang ayah. Itu artinya, beliau lahir tanpa adanya proses fertilisasi (pembuahan) antara sperma ayah dan sel telur ibunya. Allah memuliakannya dengan cara menaruhkan ruh Isa As pada rahim ibunya, Maryam. Wanita yang begitu suci tidak pernah disentuh laki-laki sekalipun.

 Proses penciptaan pada manusia biasa melalui pembuahan (fertilisasi) yaitu bertemunya ovum dan sperma dari orang tuanya, Allah menciptakan manusia dari saripati tanah (ada proses pembelahan sel). Hasil dari pembuahan ini adalah terbentuknya zigot yang di simpan di dalam rahim yang Allah ciptakan kuat / kokoh. Dari sinilah peran seorang ibu sangat berpengaruh bagi anaknya kelak. Biasanya baik atau buruknya seorang anak dilihat dari bagaimana cara ibunya mengajarkan segala hal padanya. Anak-anak hebat banyak dipengaruhi karena ibunya, walaupun dia sudah tidak punya ayah. Anak yang ditinggal ayahnya dan hidup dengan ibu, itu bisa menjadikan mereka anak-anak yang hebat ketimbang anak yang hidup dengan ayah tanpa ibunya. Contohnya , Nabi Muhammad SAW, Imam Syafi’i, dan masih banyak lagi anak-anak sukses lainnya yang diajari hanya dengan seorang ibu. Sedangkan Anak nabi Nuh, yang tabiatnya diajari oleh ibunya yang kafir saat diajak nabi Nuh untuk menaiki perahunya dia tidak mau, dia berpikir bahwa bukit yang tinggi bisa menyelamatkannya dari banjir bah pada waktu itu. Itu karena ajaran dari ibunya. Pada intinya, seorang ibu sangat mempengaruhi sifat anak-anaknya kini maupun kelak nanti. Tak heran letak surga memang dibawah kaki ibu.
Proses penciptaan manusia ada dalam QS. Al-Mu’minun ayat 12-14, yang intinya manusia diciptakan saripati tanah yang berasal dari tanah kemudian Allah jadikan air mani yang disimpan melekat di dalam rahim, kemudian sesuatu yang melekat itu dijadikan segumpal daging kemudian segumpal daging dijadikan tulang belulang, lalu tulang belulang dibungkus dengan daging. Dan kemudian Allah menjadikannnya makhluk yang berbentuk lain.

Manusia pada saat berusia 4 bulan di dalam rahim ibunya, Allah sudah menggariskan takdir padanya.

1. Penetapan jenis kelamin sudah Allah berikan pada usia ini

2. Bagaimana suka dan dukanya

3. Bagaimana rezekinya ( Allah menetapkan dalam bentuk peluang. Artinya “ Man Jadda wa Jadda” yangintinya setiap peluang ini berbanding lurus dengan kesungguhannya dalam berkehidupan)

4. Siapa jodohnya ( Allah pun menetapkannya bersifat peluang. Semua sebanding dengan karakter manusia itu sendiri. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik, begitupun sebaliknya)

5. Kapan ajal/kematiannya ( dimana dan kapan kita mati adalah pilihan kita, dalam keadaan beriman atau tidak, Allah menempatkan manusia dalam suatu perjuangan antara fisik dan batin, sampai akhir manusia ditugaskan untuk menegakkan hukum Allah di muka bumi ini.
Wallahu a’lam .

​​penulis : Nina Siti Aminah

Trip to Aspinall Foundation


Halo teman-teman, tidak terasa sudah menginjak bulan Maret juga ya. Alhamdulillah pada awal Maret kemarin, kami dari Divisi Mammalogi DP XXXVI Himbio Unpad telah melaksanakan sebuah kegiatan perdana dari serangkaian The Series of Primates yaitu Trip to Aspinall Foundation, Ciwidey :)

Beranggotakan 4 orang ditambah 13 peserta, kami pergi ke Ciwidey pukul 06.00 dari Jatinangor. Selama perjalanan kami habiskan dengan tidur karena perjalanan dirasa akan cukup panjang mengingat kami naik mobil, bukan naik motor yang dapat menghalau jalanan ketika macet. Namun alhamdulillah kami sampai disana lebih cepat dari perkiraan. Kami hanya menempuh 1 jam 40 menit perjalanan padahal saat survey kami menghabiskan waktu hampir 3 jam untuk sampai ke sana ckck.

image

Singkat cerita, seseorang menghampiri kami. Itulah Kang Sigit. Bisa dibilang beliau adalah leader of keeper and officer di Aspinall. Setelah bercakap sebentar kami lanjutkan perjalanan.

Lalu kami diajak ke dapur. Disitu sudah ada emak yang telah menyiapkan teko berisi air panas dan gelas yang tersusun rapi. Di bangku dapur kami semua duduk, Kang Sigit siap bercerita dan the story was begun…

Aspinall Foundation
Sebenarnya tempat yang kami kunjungi bernama Pusat Rehabilitasi Primata Jawa yang disokong oleh 3 badan yaitu Perum Perhutani, BKSDA, dan Aspinall Foundation, namun Aspinall merupakan badan yang bersifat sebagai pelaksana dari proses rehabilitasi satwanya. Aspinall ini bersifat titip rawat, artinya satwa yang ada disini merupakan satwa titipan dibawah kelola BKSDA (entah itu hasil sita dari pemilik, didatangkan dari kebun binatang luar negeri, dll) dan Aspinall bertugas merawat/ merehabilitasinya hingga satwa kembali pada sifat aslinya yang liar meski tidak 100%

image

Kita ketahui bahwa terdapat 5 primata endemik yakni Macaca fascicularis (Monyet Ekor Panjang), Nycticebus coucang (Kukang Jawa), Trachypithecus auratus (Lutung Jawa), Hylobates moloch (Owa Jawa), dan Presbytis comata

(Surili). Dari kelima primata tersebut hanya3 yang saat ini ada di Aspinall yaitu Owa Jawa, Lutung Jawa, dan Surili.

Deskripsi tentang 3 Primata Endemik
1. Owa Jawa
Bersifat monogami, dominan memakan buah, daya ingat cukup baik, tidak memiliki ekor, 1 kelompok berkisar 1-4 individu, jarak kehamilan 4bulan, masa kehamilan 6 bulan, satwa arboreal, bayi akan menempel pada induk selama 4 bulan. Termasuk satwa yang dilindungi.

2. Lutung Jawa
Di Aspinall terdapat 2 subspesies yaitu T. auratus auratus dari Jawa Timur yang mempunyai ujung rambut berwarna silver dan T. auratus mauritius dari Jawa Barat yang berwarna rambut pekat. 60 % memakan daun, sedikit buah, insekta, dan mineral tanah. 1 kelompok dapat terdiri dari 7-20 individu. Satwa arboreal. Terancam punah.

3. Surili
Pemakan 80 % daun muda, kulit pohon dan bunga. Satu kelompok terdiri dari 7-10 individu. Multifemale. Terancam punah.

Bagaimana proses rehabilitasi satwa di Aspinall Foundation?

Pertama-tama satwa yang datang akan dikarantina dalam ruangan beralaskan keramik berukuran 2.5x 2.5 m selama 3 bulan. Selama karantina dipantau dokter hewan,dibius, diambil darah untuk pengecekan penyakit, dilihat gigi untuk menentukan umur, dilihat matanya.Setelah karantina dipindahkan ke kandang sosialisasi. Kandang sosialisasi ini bisa berbentuk jaring atau open top enclosure. Waktu di kandang sosialisasi ini tidak menentu, tergantung satwa cepat berubah atau tidak. Seekor satwa bernama Regina memerlukan 2 tahun. Indikator dari perubahan tersebut antara lain pola makan, perilaku makan, dll. Tahap berikutnya yaitu pairing yaitu dicarikan pasangan yang tepat. Tandanya tepat yaitu mereka dapat berkembang biak dan menghasilkan anak serta tidak saling menyakiti. Tahap berikutnya adalah penyiapan lokasi untuk pelepasliaran. Dipastikan di lokasi tersebut ada makanan dan bebas dari predator. Selain itu lokasi harus ditinjau dari segi etnoprimatologi. Jangan sampai kita melepaskan mereka di kawasan masyarakat pemburu. Setelah semua dinilai siap, satwa siap di release.

Pemberian makan satwa?

Pemberian makan pada satwa dilakukan 3 x sehari pada jam 7 pagi, 11 siang, dan 3 sore. Biasanya makanan yang diberikan berupa sayur buah seperti ubi, kangkung, jeruk, jambu mentah, sirsak, dll. Diberikan juga madu dan telur puyuh. Makanan harus dipotong dan ditimbang dulu.

Enrichment?

Berfungsi sebagai latihan. Bisa berupa boneka predator untuk mengenalkan predator yang ada di alam disimpan di depan kandang, ditarik ulur pakai tali, atau dipasang perekam suara asli satwa predator. Diberikan juga bola takraw dan boneka monyet untuk para bayi.
Apa saja yang kami lakukan disana?
Mula-mulakami dibagi kelompok menjadi 2 untuk menyusuri kandang. Kami bisa melihat primata tersebut dari jarak dekat. Selain itu kami diajak untuk memberi makan satwa. Lalu di akhir kami diajak untuk membersihkan kandang satwa.

Penyakit apa saja yang biasanya menyerang primata?
TBC, Herpes, Jantung, Perut kembung, Paru-Paru, Demam, Hepatitis, dll.

Kegiatan terakhir kami adalah membersihkan kandang. Setelah itu kami melakukan evalusi di dapur. Poin terpenting adalah jangan terlalu ribut karena akan mengganggu satwa disana. Setelah itu kami berfoto bersama para keeper, kang Mamat, dan Kang Kiki serta ada pemberian plakat. Akhirnya jam 15.30 kami meluncur dari Aspinall menuju Jatinangor dan sampai sekitar jam 18.00 dengan selamat.
Thanks to Aspinall Foundation!

The Series of Primates belum berakhir. Ikuti terus kegiatannya dan dapatkan ilmunya. Save our primates! :)
(am)